Konflik Rusia - Ukraina Memanas, Harga Emas Menguat
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas bergejolak ke level US$ 2.876 per troy ons pada sesi perdagangan pagi ini, Senin (3/3/2025) seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar akibat ketidakpastian geopolitik akibat eskalasi konflik Rusia-Ukraina.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menilai investor akan mencermati Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS untuk bulan Februari yang akan rilis malam ini.
“Ketidakpastian geopolitik kembali menjadi fokus investor setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy terkait batalnya kesepakatan mineral yang berpotensi mempercepat penyelesaian konflik dengan Rusia,” tulis riset ICDX Senin (3/3/2025).
Baca Juga
Selain itu, kebakaran di kilang minyak Ufa, Rusia, meningkatkan spekulasi akan potensi gangguan pasokan energi global. Jika ketegangan terus meningkat, permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven berpotensi menguat.
Di sisi lain, kebijakan proteksionis AS, di mana Trump berencana memberlakukan tarif 25% terhadap barang-barang asal Meksiko dan Kanada mulai 4 Maret, serta tambahan bea masuk 10% untuk produk asal China. “Langkah ini menimbulkan kekhawatiran akan pembalasan dagang dan meningkatnya tensi global, yang dapat menggerakkan arus modal ke aset safe haven seperti emas,” jelas riset tersebut.
Data makroekonomi AS terbaru menunjukkan indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS menunjukkan inflasi inti melambat ke 2,6% secara tahunan di Januari dari 2,9% di bulan sebelumnya. Angka ini selaras dengan ekspektasi pasar, memberikan indikasi bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pemangkasan suku bunga.
Baca Juga
“Fokus investor kini tertuju pada rilis PMI Manufaktur AS untuk Februari yang diperkirakan naik ke level 51,6 dari 51,2 pada bulan sebelumnya,” ulasnya.
Secara teknikal, ICDX memproyeksikan harga emas saat ini menguji area support di kisaran US$ 2.861 - US$ 2.857. Jika tekanan jual berlanjut, support selanjutnya berada di US$ 2.845. Sementara itu, resistance terdekat berada di US$ 2.873 - US$ 2.881, dengan resistance lebih lanjut di US$ 2.893 apabila terjadi rebound teknikal.

