Zelenskyy: 31.000 Tentara Ukraina Tewas di Perang Rusia – Ukraina
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan sebanyak 31.000 prajurit Ukraina telah tewas dalam perang selama dua tahun sejak Rusia meluncurkan invasiskala penuh.
Namun demikian Zelenskyy mengatakan, angka tersebut jauh lebih rendah dari perkiraan yang diberikan oleh pemerintahan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“31.000 personel militer Ukraina telah tewas dalam perang ini. Bukan 300.000, bukan 150.000, bukanlah seperti yang disampaikan Putin dan lingkarannya, yang telah telah berbohong. Namun, setiap kehilangan ini adalah pengorbanan besar bagi kami,” kata Zelenskyy di forum "Ukraina. Year 2024" di Kyiv.
Zelenskyy mengatakan, ia tidak akan mengungkapkan jumlah prajurit yang terluka atau hilang. Dia juga mengatakan bahwa "puluhan ribu warga sipil" telah tewas di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia. Ia menyebut tidak akan ada angka pasti yang tersedia sampai perang berakhir.
Baca Juga
Zelenskyy Ungkap Ukraina dan Swiss Bakal Gelar KTT Perdamaian Global
“Kita tidak tahu berapa banyak warga sipil kami yang mereka bunuh. Kita tidak tahu,” katanya dilansir AP, Senin (26/2/2024).
Ini adalah pertama kalinya Kyiv mengkonfirmasi jumlah kerugian yang mereka alami sejak dimulainya perang dengan Rusia pada 24 Februari 2022.
Rusia pun menyediakan data korban resmi yang sedikit. Data terbaru dari Kementerian Pertahanan Rusia, yang diterbitkan pada Januari 2023, Rusia hanya menyampaikan tingkat kematian di level prajuritnya di angka 6.000. Di sisi lain pejabat AS dan Inggris melaporkan jumlah yang jauh lebih tinggi.
Laporan intelijen AS yang pada pertengahan Desember 2023 memperkirakan sebanyak 315.000 prajurit Rusia tewas atau terluka di Ukraina. Jika akurat, angka tersebut mewakili 87% dari sekitar 360.000 prajurit Rusia sebelum perang.
Mediazona, media berita independen Rusia, mengatakan Sabtu (24/2/2024) bahwa sekitar 75.000 pria Rusia meninggal dalam pertempuran pada tahun 2022 dan 2023.
Penyelidikan bersama yang diterbitkan oleh Mediazona dan Meduza, situs berita independen Rusia lainnya, menunjukkan bahwa tingkat kerugian Rusia di Ukraina tidak melambat danMoskow kehilangan sekitar 120 orang setiap hari.

