Aneh, Lima Saham Ini justru ARA Saat IHSG Sesi I Terjun ke Level 6.458
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (27/2/2025) anjlok parah mencapai 147,81 poin (2,2%) ke level 6.458. Level tersebut tercatat sebagai level intraday terendah sejak 11 Oktober 2021 atau dalam 3,5 tahun terakhir.
Penurunan indeks semakin dalam setelah pemerintah resmi meluncurkan Danantara sejak Senin (18/2/2025). Bahkan seluruh saham BUMN makin terpuruk dan aksi jual saham oleh pemodal asing makin gencar.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Raih Kontrak Jumbo, tapi Sahamnya Malah Turun
Terkait koreksi indeks sesi I hari ini dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor keuangan 2,04%, sektor energi turun 1,29%, sektor material dasar turun 1,28%, sektor consumer non primer 1,31%, dan sektor teknologi 1,86%. Sebaliknya satu-satunya sektor saham naik adalah transportasi sebanyak 0,31%.
Meski indeks turun, lima saham ini masih bisa catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Mineral Sumerdaya Mandiri Tbk (AKSI) naik 24,76% menjadi Rp 252, PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN) naik 34,74% menjadi Rp 256, PT Lion Metqal Works Tbk (LION) naik 25% menjadi Rp 675, PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 24,58% menjadi Rp 294, dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) naik 24,53% menjadi Rp 264.
Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), PT Vasland Indonesia Tbk (VAST), PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT), dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI).
Kemarin, IHSG ditutup rebound sebanyak 19,09 poin (0,29%) menjadi 6.606 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 323,56 miliar, yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 433,67 miliar, PT Bank MandiriT bk (BMRI) Rp 157,46 miliar, dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 49,48 miliar.
Baca Juga
Parah! IHSG Terjun ke Bawah Level 6.473, Pemerintah Diminta Kendalikan Pasar Saham
Penguatan indeks ditopang penguatan empat sektor saham, seperti sektor teknologi 8,72%, sektor consumer primer 0,45%, sektor kesehatan 0,43%, dan sektor infrastruktur 0,08%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer non primer 2%, sektor material dasar 0,84%, sektor industry 0,47%, sektor keuangan 0,18%, dan sektor energi 0,21%.
Di tengah penguatan indeks tersebut, sejumlah saham berikut bukukan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) menguat 34,43% menjadi Rp 164, PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) naik 34,83% menjadi Rp 120, dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) melesat 34,43% menjadi Rp 164.
ARA juga melanda saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) naik 24,42% menjadi Rp 540, PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) sebanyak 24,38% menjadi Rp 505, dan PT DCI Indoensia Tbk (DCII) melesat sebanyak 19,99% menjadi Rp 116.125.

