Laba Atribusi Indo Tambangraya (ITMG) Turun 33,73% di 2024 Akibat Faktor Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapati diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 33,73% dari US$ 500,33 juta menjadi US$ 374,11 juta pada 2024.
Manajemen ITMG dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/2/2025), disebutkan bahwa penurunan laba tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan dan peningkatan beban.
Baca Juga
ITMG mencatatkan penurunan pendapatan dari US$ 2,37 miliar menjadi US$ 2,30 miliar pada 2024. Penurunan memicu laba kotor turun lebih dalam dari US$ 742,54 juta menjadi US$ 698,81 juta.
Perseroan juga mencatatkan penurunan laba tahun berjalan dari US$ 499,62 juta menjadi US$ 375,60 juta. Penurunan tersebut dipicu atas lonjakan beban penjualan dari semulai US$ 94,79 juta menjadi US$ 178,28 juta bersamaan dengan kenaikan beban lain-lain.
Meski kinerja turun, ITMG berhasil catatkan peningkatan total aset dari US$ 2,18 miliar menjadi US$ 2,40 miliar. Liabilitas juga meningkat dari US$ 399,30 juta menjadi US$ 472,73 juta.
Baca Juga
IHSG Berpotensi Lanjutkan Rebound Hari Ini, Simak Dua Saham Pilihan Berikut
Indo Tambangraya (ITMG) dalam pengumuman resminya beberapa waktu lalu telah menerbitkan jadwal rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan pada 10 Maret 2025. RUPS membahas rencana penggunaan dana keuntungan tahun lalu.
ITMG merupakan perusahaan tambang batu bara yang dikendalikan Banpu Minerals dengan kepemilikan sebanyak 65,143% saham. Sisanya dikuasai masyarakat mencapai 34,734%.

