Begini Target Harga Terbaru Saham Telkom (TLKM), Masih Ada Potensi Cuan?
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah berkomitmen untuk untuk memperbaiki pasar dengan menempatkan profitabilititas sebagai prioritas utama tahun ini. Perseroan juga melanjutkan pemasaran starter pack byU untuk mendongkrak pangsa pasar.
Analis Sucor Sekuritas Paulus Jummy mengatakan, paket tersebut bisa menaikkan pangsa pasar perseroan khususnya bagi kalangan muda. Meski demikian, tingginya tingkat kompetisi karen operator lainnya juga tengah menawarkan paket serupa bisa menjadi tantangan.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Gandeng Alibaba Perkuat Ekosistem Digital di Indonesia
Berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen TLKM, terang dia, terindikasi pertumbuhan subsbriber perseroan cenderung stagnan pada kuartal IV-2024, dibandingkan dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang mengalami penurunan sebanyak 4 juta pelanggan. Begitu juga dengan ARPU perseroan diprediksi mendatar atau cenderung turun berdasarkan basis kuartal.
Estimasi Kinerja Keuangan TLKM
Sumber: Sucor Sekuritas
Terkait tahun 2025, Sucor Sekuritas menyebutkan, perseroan akan menghadapi banyak tantangan untuk menaikkan ARPU akibat kondisi makro ekonomi yang kurang baik. Bahkan terbuka peluang penurunan rata-rata pertumbuhan ARPU tahun ini dan jumlah pelanggan tahun ini.
Meski menghadapi tantangan, Sucor Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 3.400 sembari menunggu rilis remsi laporan kinerja keuangan tahun 2024. Investor juga disarankan untuk memantau bagaimana Telkomsel mengahdapi dinamikan kompetisi dan ARPU Indihome.
Baca Juga
Dorong Peningkatan Bisnis UKM, Telkom Hadirkan Wifi Managed Service Indibiz
Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan penurunan laba bersih TLKM menjadi Rp 23,82 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun 2023 senilai Rp 24,56 triliun. Sebaliknya pendapatan perseroan diprediksi naik dari Rp 149,21 triliun menjadi Rp 150,67 triliun.
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) year to date (ytd) tercatat penurunan harga saham TLKM dari level Rp 2.710 akhir 2024 menjadi Rp 2.670 pada penutupan perdagangan kemarin.

