Arwarwana (ARNA) Pertahankan Pertumbuhan Penjualan, Nilai Dividen Diprediksi bisa Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Arnawa Citramulia Tbk (ARNA) berhasil mencatatkan peningkatan penjualan menjadi Rp 2,63 triliun tahun 2024, dibandingkan peridoe sama tahun lalu Rp 2,44 triliun.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/20/2025), menyebutkan bahwa kenaikan penjualan tersebut diiringi dengan peningaktan beban pokok penjualan dari Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,72 triliun. Alahasil laba kotor perseroan naik tipis dari Rp 904,20 miliar menjadi Rp 904,33 miliar.
Baca Juga
Tiga Sentimen Ini bakal Lambungkan Kinerja Arwana (ARNA), Bagaimana Target Sahamnya?
Produsen keramik ini juga mencadtatkan penurunan laba usaha dari Rp 571,70 miliar tahun 2023 menjadi Rp 549,02 miliar pada 2024. Penuruann tersebut dipicu atas peningkatan beban penjualan dan beban umum bersamaan dengan penurunan laba penjualan aset dan pendapatan lain-lain.
ARNA kemudian mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 445,29 miliar menjadi Rp 425,97 miliar. Sedangkan laba per saham turun tipis dari Rp 61,29 menjadi Rp 59,21 per saham.
Terkait kinerja keuangan ini, Stockbit Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa realisasi laba bersih tersebut sudah sesuai ekspektasi atau setrara dengan 100,5% dari target yang ditetapkan Stockbit sebelumnya. Stockbit juga memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan perseroan catatkan pertumbuhan pendapatan sebanyak 8% menjadi Rp 2,6 triliun tahun 2024.
Baca Juga
Homologasi Tercapai, PP Properti (PPRO) Siap Memasuki Pemulihan Kinerja
Pertumbuhan penjualan tersebut ditopang peningkatan volume penjualan sekitar 7,4%. Stockbit menyebutkan pertumbuhan volume penjualan disumbangkan pemasaran dalam dua kuartal terakhir setelah produk baru merek UNI Rectifiled diluncurkan. Peningkatan penjualan ini juga didukung peningkatan daya saing setelah implementasi bea masuk anti dumping (BMAD) keramik asal China.
Dengan torehan laba bersih tersebut ditambah rata-rata rasio dividen sekitar 70% dalam lima tahun terakhir, Stockbit Sekuritas memperkirakan, nilai dividen ARNA berpotensi mencapai Rp 42–43 per saham. Angka tersebut setara dengan dividend yield sekitar 6–7% berdasarkan harga penutupan saham ANRA Rabu (19/2/2025).

