Lima Saham Konsumer Ini Direkomendasikan Beli, Sebaliknya Hindari Satu Saham Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli hampir seluruh perusahaan consumer, seiring dengan realisasi kinerja keuangan sesuai ekspektasi dan proyeksi kinerja keuangan tetap kuat tahun ini.
Sedangkan satu-satunya saham sektor consumer yang direkomendasikan jual adalah saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang direkomendasikan hold dengan target harga Rp 1.500. Hal ini dipicu atas realisasi kinerja keungan perseroan tahun 2024 jauh di bawah target. Seabaliknya saham ICBP jadi pilihan teratas.
Baca Juga
Sekuritas Ini Pangkas Target Kinerja Keuangan Unilever (UNVR), Bagaimana dengan Sahamnya?
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 14.000, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan target harga Rp 8.800.
Rekomendasi beli juga diberikan untuk saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dengan target harga Rp 3.050, dan PT Sido Muncul Tbk (SIDO) dengan target harga Rp 640.
Terkait rekomendasi beli saham ICBP, analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina mengatakan, didukung ekspektasi pendapatan dan laba bersih akan sesuai dengan target tahun 2024. Meski demikian, IBCP diprediksi menghadai peningkatan rugi mata uang lebih dari Rp 1,3 triliun, sehingga labanya diharapkan meningkat menjadi Rp 8,81 triliun.
Begitu juga dengan MYOR diperkirakan mampu untuk mencatatkan pertumbuhan penjualan tahun ini, sebaliknya laba bersih diperkirakan naik akibat penurunan margin keuntungan sepanjang 2024. Laba bersih MYOR diproyeksikan turun 11% menjadi Rp 2,83 triliun.
Baca Juga
Jelang Dilantik, 481 Kepala Daerah Terpilih Ikuti Pengarahan di Monas
Begitu juga dengan SIDO diperkirakan mampu untuk mencatatkan pertumbuhan kinerja keungan tahun ini. Laba bersih SIDO diharapkan naik 9% menjadi Rp 1,03 triliun dan pendapatan mencapai Rp 3,55 triliun.
BRI Danareksa Sekuritas juga merekomendasikan beli saham INDF, seiring ekspektasi kenaikan kontribusi anak usahanya ICBP. Laba INDF diharapkan naik 12% menjadi Rp 10,85 triliun dan penjualan naik 4% menjadi Rp 116,13 triliun.
Grafik Saham Konsumer

