Tarif Timbal Balik AS Ditunda, Harga Emas Perlahan Kembali Bangkit
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas mengalami rebound ke level US$ 2.878 per troy ons pada Senin, (17/2/2025) setelah sempat merosot lebih dari 1% pada akhir pekan, akibat aksi profit-taking di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), sentimen pasar saat ini masih terfokus pada kebijakan tarif timbal balik yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, yang dapat meningkatkan ketegangan perdagangan global dan berdampak pada permintaan aset safe-haven seperti emas.
Pada Kamis (13/2) lalu, Trump menandatangani memorandum presiden yang menguraikan rencana penerapan tarif timbal balik terhadap negara-negara asing.
“Meskipun implementasi tarif tersebut ditunda untuk membuka ruang negosiasi bilateral, pada Jumat (14/2), Trump kembali menegaskan niatnya untuk memberlakukan tarif impor mobil pada 2 April,” tulis ICDX, Senin (17/2/2025).
Baca Juga
Sementara itu, data terbaru makroekonomi AS menunjukkan data penjualan ritel AS untuk Januari 2025 mencatatkan penurunan tajam sebesar -0,9%, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar -0,1%, serta revisi kenaikan 0,7% pada Desember yang mengindikasikan potensi perlambatan ekonomi AS pada awal kuartal pertama.
“Meskipun begitu, pelaku pasar masih memperkirakan The Fed tidak akan menurunkan suku bunga sebelum paruh kedua tahun ini, mengingat inflasi yang masih berada di level tinggi,” papar riset tersebut.
Pelaku pasar kini menunggu risalah FOMC bank sentral AS The Fed yang akan rilis Kamis (20/2/2025) yang merupakan hasil keputusan The Fed pada Januari lalu yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga.
Baca Juga
Jadi Pelopor Layanan Bullion Bank, Deposito Emas Pegadaian Semakin Diminati Masyarakat
Dari sisi geopolitik, perkembangan di Eropa Timur juga menjadi perhatian investor emas. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Ukraina dan Eropa akan dilibatkan dalam setiap perundingan nyata terkait konflik dengan Rusia.
“Pernyataan ini memberikan sinyal bahwa pembicaraan AS-Rusia pekan ini akan menjadi ujian terhadap keseriusan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam mencapai kesepakatan damai,” ulasnya.
ICDX memperkirakan harga emas menguat dengan support terdekat saat ini berada di kisaran US$ 2.882 - US$ 2.871, dengan resistance terdekat di US$ 2.901 - US$ 2.909. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam berada di US$ 2.852, sementara resistance terjauh berada di US$ 2.928.

