Bos BRI Ungkap Gambaran Dividen Tahun Buku 2024, Nilainya lebih Besar Dibanding 2023?
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI optimistis bisa membagikan dividen tahun buku 2024 yang optimal kepada para pemegang saham.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, besaran dividen yang akan dibagikan tidak lebih rendah, dibanding tahun sebelumnya. Namun, angka pasti masih menunggu diputuskan pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Baca Juga
Terungkap Sudah! BRI Bukukan Laba Rp 60,64 Triliun, Kredit Rp 1.355 Triliun di 2024
“Gambaran kira-kira berapa dividend payout ratio, saya kira mungkin mudah-mudahan tidak kurang dibandingkan tahun lalu, pada kisaran 80% sampai 85% (dari laba),” ujarnya, dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal IV 2024, secara daring, Rabu (12/2/2025).
Tahun 2024, BRI membukukan laba Rp 60,64 triliun secara konsolidasi, naik 0,33% dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy) Rp 60,4 triliun. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 60,15 triliun pada 2024. Dengan perkiraan rasio dividen 80-85%, total dividen bisa mencapai Rp 48,12-51,12 triliun. Sedangkan dividen interim yang sudah bagikan baru mencapai Rp 20,33 triliun, sehingga masih ada sisa berkisar Rp 28-31 triliun.
Optimisme pembagian dividen tersebut, didorong oleh kondisi permodalan yang solid dari bank berkode saham BBRI ini. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 17,5% per 2024.
Sunarso mengatakan, dengan konsumsi rata-rata CAR sekitar 2% per tahun, ia memastikan BRI tak perlu untuk menambah modal dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga
“Sebenarnya sampai lima tahun ke depan, berulang-ulang saya katakan, sampai lima tahun ke depan BRI itu tidak perlu menambah modal. Jadi artinya apa? Sampai lima tahun ke depan, berapapun labanya sebenarnya layak untuk dibagi,” katanya.
Namun, lanjut Sunarso, pihaknya tetap perlu mengevaluasi bagaimana mengelola risiko dengan bijak. Oleh karena itu, BRI akan menjaga permodalan secara hati-hati tanpa bersikap berlebihan. Yang terpenting, selain memastikan modal tetap kuat, perseroan juga harus mampu memanfaatkannya secara optimal untuk mendorong pertumbuhan bisnis.
“Kita harus evaluasi kira-kira untuk cover risiko seperti apa, maka kemudian kita juga tidak ugal-ugalan untuk itu. Tidak ugal-ugalan untuk itu, maka modal ini kita jaga,” ucap dia.

