Banyak Dibicarakan, Seperti Apa Peran Tether (USDT) di Pasar Kripto Global?
JAKARTA, investortrust.id - Stablecoin semakin memainkan peranan krusial dalam ekosistem aset kripto, dengan Tether (USDT) menjadi yang paling dominan. Didesain untuk mempertahankan kestabilan nilai terhadap dolar Amerika Serikat (AS), USDT telah menjadi alat utama bagi trader dan investor yang ingin menghindari volatilitas pasar sambil tetap terlibat dalam perdagangan aset digital.
Melansir Cointelegraph, Senin (10/2/2025), sejak diperkenalkan pada 2014 silam, Tether telah berevolusi menjadi infrastruktur penting dalam dunia kripto. Tak hanya berfungsi sebagai jembatan antara aset tradisional dan digital, USDT juga mendukung transaksi lintas batas yang lebih cepat dengan biaya lebih rendah dibandingkan skema keuangan konvensional.
Sebagai stablecoin terbesar di dunia, USDT beroperasi dengan model cadangan yang diklaim sepenuhnya mendukung setiap token yang beredar. Perusahaan di baliknya, yakni Tether Limited, memastikan setiap USDT yang diterbitkan juga terdapat aset yang mendukung dalam bentuk mata uang fiat, setara kas, atau aset lainnya.
Baca Juga
5 Momentum yang Buat XRP Kembali Salip Tether di Posisi 3 Koin Terbesar Secara Market Cap
Tether juga telah memperluas jangkauan dengan mendukung berbagai blockchain seperti Ethereum, Tron, dan Algorand, meningkatkan aksesibilitasnya di berbagai ekosistem blockchain.
Walau popularitasnya terus meningkat, Tether tak luput dari kontroversi. Salah satu kritik utama yang dihadapi ialah transparansi cadangannya. Dalam beberapa tahun terakhir, regulator global menuntut audit yang lebih ketat terhadap stablecoin, termasuk USDT, untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keuangan yang lebih transparan.
Baca Juga
Tether Pecahkan Rekor Laba, Tarik Perbankan ke Revolusi Stablecoin
Di Eropa, regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang mulai berlaku pada akhir 2024 telah mempersulit distribusi USDT, dengan beberapa bursa mulai menghapusnya dari daftar perdagangan mereka. Sementara itu di AS, regulasi yang lebih ketat seperti payment stablecoin act menekan penerbit stablecoin untuk memastikan dukungan aset penuh dan audit berkala.
Dengan meningkatnya persaingan stablecoin lain seperti USD Coin (USDC) dan Binanca USD (BUSD), Tether perlu terus beradaptasi dengan tuntutan pasar dan regulasi. Namun, peran USDT dalam menjaga likuiditas pasar kripto tetap menjadi faktor utama yang membuatnya sulit tergantikan.
USDT merupakan salah satu sumber likuiditas dan jembatan utama antara aset tradisional dan digital. Hilangnya kepercayaan terhadap Tether dapat memicu aksi jual, penurunan harga, dan krisis likuiditas di bursa. Yang pada akhirnya dapat mengganggu kestabilan ekosistem aset kripto secara luas.

