Pengendali Ini Tak Henti Borong Saham AKR (AKRA) dari Pasar
JAKARTA, investortrust.id– PT Arthakencana selaku pengendali PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) lagi-lagi memperkuat cengkraman dengan pembelian jutaan saham dari pasar. Sebanyak 10,22 juta saham (0,05%) dengan nilai berkisar Rp 11,25 miliar.
Manajemen AKRA dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/2/2025), menyebutkan bahwa Arthakencana memborong sebanyak 10,22 juta saham AKRA tersebut pada 30 Januari hingga 4 Februari 2025.
Baca Juga
Saham AKR Corporindo (AKRA) Direkomendasikan Beli, Meski Lahan Industri di Bawah Target, Kok Bisa?
Pembelian dilakukan secara bertahap, yaitu sebanyak 2,51 juta saham AKRA dengan harga pelaksanaan Rp 1.118 pada 30 Januari, sebanyak 2,43 juta saham dengan harga Rp 1.110 pada 31 Januari, sebanyak 1,20 juta saham dengan harga Rp 1.092 pada 3 Februari, dan sebanyak 4,07 juta saham dengan harga Rp 1.103 pada 4 Februari.
“Pembelian saham tersebut bertujuan sebagai investasi dengan kepemilikan saham langsung. Pembelian tersebut menjadikan total saham AKRA yang dimiliki Arthakencana bertambah dari 63,64% menjadi 63,69%,” tulisnya dapam penjelasan resminya di Jakarta.
Aksi beli saham AKRA dari pasar oleh Arthakencana ini sudah berlangsung sejak tahun lalu. Baru-baru ini, Arthakencana membeli sebanyak 3,62 juta saham AKRA atau 0,018% dari pasar pada Januari.
Sedangkan tahun lalu, Arthakencana telah merealisasikan penambahan sebanyak 3,69% dari 59,92% menjadi 63,61%. Arthakencana menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah untuk merealisasikannya.
Baca Juga
AKR Corporindo (AKRA) Tambah Modal Anak Usaha Anugerah Krida Retailindo (Akrida)
Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya memperkirakan kinerja keuangan PT AKR Corpora Tbk (AKRA) tetap kuat tahun 2025, seiring dengan target manajemen terhadap potensi pertumbuhan laba bersih dan penjualan lahan industry tahun ini.
Manajemen AKRA sebelumnya mematok target pertumbuhan laba bersih menjadi Rp 2,4-2,6 triliun tahun ini. Target tersebut mempertimbangkan peluang peningkatan volume penjualan bahan bakar minyak (BBM), pertumbuhan margin keuntungan penjualan BBM, dan target penjualan lahan industry seluas 80-110 hektare.
“Manajemen perseroan menyebutkan akan ada penjualan lahan seluas 50 hektare dari Hebang dan salah satu klien lainnya seluas 30 ha dari klien yang ditangguhkan tahun lalu,” tulis riset analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Richard Jerry dalam risetnya.
Didukung sejumlah faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.600. Saat ini, saham AKRA masih ditransaksikan di bawah valuasi.
Grafik Saham AKRA

