Bappebti Optimistis Perdagangan Aset Kripto Cetak Rekor Baru di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya optimistis perdagangan aset kripto di Indonesia berpotensi mencetak rekor baru di 2025. Hal ini seiring dengan siklus pasar kripto yang biasanya mengalami lonjakan setiap empat tahun.
”Transaksi kripto sempat menembus Rp 859,45 triliun di 2021 karena waktu itu semua aset kripto all time high. Semuanya ini siklusnya akan bisa jadi berulang, di 2025 mudah-mudahan akan mencatat transaksi lebih tinggi lagi, bisa jadi lebih dari Rp 859 triliun,” ujarnya, dalam sambutan di acara Pembukaan Bulan Literasi Kripto (BLK) 2025, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (3/2/2025).
Menurut Tirta, sejak regulasi diterapkan, transaksi kripto tetap menunjukan lonjakan yang signifikan, meskipun beberapa waktu menunjukkan angka yang fluktuatif. Pada tahun 2024, total transaksi kripto di Indonesia sudah tembus Rp 650,61 triliun, dengan jumlah pengguna hampir mencapai 23 juta orang.
Baca Juga
Ia melanjutkan, ekosistem kripto di Indonesia juga telah berkembang pesat, ditandai dengan terbentuknya bursa, kliring, dan depositori aset kripto yang resmi diluncurkan pada 17 Juli 2023.
”Kami ingin ekosistem ini menjadi lebih transparan, efektif ,dan kemudian berjalan baik dan tentu saja memberikan kontribusi bagi perekonomian. Pajak dari transaksi kripto sudah mencapai Rp 1,09 triliun, yang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang bertransaksi, terutama kalangan muda berusia 18 hingga 35 tahun,” kata Tirta.
Baca Juga
Saat ini, dengan diterbitkannya Peraturan Bappebti (Perba) 1 Tahun 2025, jumlah aset kripto yang dapat diperdagangkan bertambah menjadi 1.396 jenis. Selain itu, Tirta juga menyoroti peralihan pengawasan aset kripto dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 10 Januari 2025.
“Dan harapannya (peralihan) ini tentu saja akan menjadi momen yang lebih baik lagi ke depan,” ucap dia.

