Mitra Keluarga (MIKA) Diprediksi Tumbuh Dua Digit, Bagaimana dengan Prospek Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) pertahankan pertumbuhan pendapatan dua digit tahun ini. Sedangkan realisasasi pendapatan tahun lalu diperkirakan mencapai Rp 4,84-4,90 triliun dengan margin EBITDA sekitar 37-38%.
Dengan perkiraan tersebut saham emiten pengelola rumah sakit Mitra Keluarga (MIKA) ini, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MIKA dengan target harga Rp 3.400. Target harga tersebut juga menggambarkan manajemen pengelolaan rumah sakit yang baik dan peluang berlanjutnya ekspansi dalam 1-2 tahun ke depan.
Baca Juga
Mitra Keluarga (MIKA) Pertahankan Pertumbuhan Kinerja, Labanya Capai Rp 872,88 Miliar
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Ismail Fakhri Suweleh mengatakan, manajemen perseroan mempertahankan perkiraan pertumbuhan pendapatan dua digit tahun in. Target tersebut didukung ekspektasi peningkatan volume pasien yang berimbat bersamaan dengan peningkatan rata-rata harga layanan.
Perseroan, terang BRI Danareksa Sekuritas, diproyeksikan mampu untuk menaikkan margin EBITDA tahun 2025 dari perkiraan tahun lalu sekitar 37-38. “Berdasarkan perhitungan kami, pertumbuhan pendapatan perseroan diproyeksikan mencapai 11,3% menjadi Rp 5,4 triliun tahun ini. Peningkatan volume pasien masih menjadi penopang. Sedangkan margin EBITDA diharapkan naik sekitar 99 bps tahun 2025,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
Terkait kinerja tahun 2024, BRI Danareksa Sekuritas, MIKA diindikasikan mencatatkan pertumbuhan jumlah pasien rawat inap berksiar 4,7% dan pasien rawat jalan mencapai 5,2%. Dengan pertumbuhan tersebut pendapatan diprediksi mencapai Rp 4,8-4,9 triliun dengan margin EBITDA mencapai 37-38%.
Baca Juga
Emiten Rumah Sakit Menjanjikan Akhir Tahun, Simak Target Harga HEAL, SILO, dan MIKA
Menurut dia, indikasi kinerja tersebut sudah sesuai dengan estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan consensus analis yang menyebutkan pendapatan Rp 4,9 triliun dan Rp 4,8 triliun. Begitu juga margin EBITDA relatif sesuai perkriaan berkisar 36,8/36,7%.
Perseroan juga didukung rencana pembukaan rumah sakit tahun 2025 dan 2026. Dalam pipeline perseroan terungkap pembukaan dua rumah sakit baru tahun ini dan diperkirakan penambahn dua rumah sakit lagi tahun 2026.
Grafik IHSG

