Saat Saham Bank BUMN Naik, BBCA malah Melorot dan Diobral Asing, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali terkoreksi pada penutupan perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/1/2025), ke level penutupan terendah sejak 3 Juni 2024. Bahkan, sebulan terakhir saham ini tercatat sebagai penyumbang penjualan bersih (net sell) terbesar oleh investor asing.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI hari ini, saham BBCA ditutup turun sebanyak Rp 200 (2,14%) ke level terendah dalam delapan bulan terakhir Rp 9.150. Penurunan saham BBCA tercatat yang terbesar dibandingkan dengan tiga saham bank papan atas lainnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Baca Juga
Total Kredit BCA (BBCA) Tumbuh 13,8% Tembus Rp 922 Triliun di 2024
Penurunan harga saham BBCA ikut memperparah penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI hari ini sebanyak 92 poin menjadi 7.073. Sedangkan dalam sebulan terakhir, Tradingview mencatat penurunan saham BBCA telah mencapai 6,63%, bandingkan dengan saham BBNI naik 7,41%, BMRI menguat 6,09%, dan BBRI stagnan level Rp 4.120.
BBCA juga tercatat sebagai penyumbang net sell terbesar hari ini dengan nilai Rp 386,93 miliar, sehingga total net sell BBCA dalam sebulan terakhir telah mencapai Rp 3,03 triliun.
Sedangkan dalam informasi terakhir perseroan berencana menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) pada 12 Maret 2025. Sebelum penguman tersebut Djohan Emir Setijoso telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya Presiden Komisaris BBCA yang akan diputuskan dalam RUPS mendatang.
Baca Juga
Bos BCA Ungkap Pertumbuhan Kredit Korporasi di Tahun 2024 Banyak Ditopang Proyek Hilirisasi
Meski catatkan penurunan hingga dibuang asing dalam sebulan terakhir, sejumlah analis tetap optimistis terhadap prospek kinerja keuangan dan target saham BBCA. Di antaranya, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga direvisi naik dari semula Rp 11.800 menjadi Rp 11.900. Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBCA dengan target harga Rp 11.500.
Rekomendasi beli saham BBCA juga diberikan analis Sucor Sekuritas Edward Lowis. Saham BBCA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 11.500, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu Rp 9.350.
Dia menilai bahwa BBCA kemungkinan mengkaji ulang tingkat bunga kredit, khususnya segmen property dan kendaraan bermotor, guna memitigasi kenaikan biaya dana dan peluang penurunan kualitas kredit. Sedangkan margin bunga bersih (NIM) perseroan tahun ini diprediksi berkisar 5,7-5,8% atau hampir sama dengan tahun lalu sebeasr 5,8%.

