Morgan Stanley kembali Buang Saham MD Entertainment (FILM), Nilainya Jumbo
JAKARTA, investortrust.id – Morgan Stanley & Co International PLc melepas sebanyak 188,75 juta saham PT MD Entertainment Tbk (FILM). Perusahaan investasi asing tersebut meraup dana senilai Rp 226,50 miliar dari pelepasan saham tersebut.
Corsec FILM Fadel Ramadhia dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/1/2025) menyebutkan, MD Entertainment (FILM) melepas sebanyak 188,75 juta saham FILM dengan harga pelaksanaan Rp 1.200 per saham pada 15 Januari 2025. Harga jual tersebut jauh di bawah harga pasar saham FILM pada hari itu level Rp 3.770-3.880.
Baca Juga
MD Entertainment (FILM) Bukukan Kenaikan Laba 19,1%, Target Sahamnya Jauh!
“Jumlah saham yang dilepas setara dengan 1,91%, sehingga penjualan tersebutmembuat jumlah saham FILM yang dimiliki Morgan Stanley berkurang dari semula 13,41% menjadi 11,51%. Sedangkan tujuan transaksi untuk investasi,” tulisnya dalam penjelasan resmi tersebut.
Aksi penjualan saham FILM oleh Morgan Stanley telah berlangsung dalam dua bulan terakhir. Pada Desember 2024, perusahaan investasi asal Inggris ini telah melepas sebanyak 62,91 juta saham FILM pada 24 Desember 2024 dengan nilai transaksi Rp 75,24 miliar.
FILM merupakan perusahaan yang dikendalikan Manoj Dharmoo Punjabi dan PT MD Global Investments dengan kepemilikan masing-masing 16,82% dan 48,53% saham. Sisanya dikuasai Morgan Stanley yang berkurang menjadi 11,51% dan investor public.
Saat ini, perseroan tengah merancang penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 989,77 juta saham. Aksi tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS) yang digelar kemarin.
Baca Juga
Berdasarkan penjelasan resmi manajemen FILM, dana yang diperoleh dari aksi korporasi tersebut akan dimanfaatkan untuk likuiditas umum, belanja modal, modal kerja, dan pengembangan usaha.
Terkait kinerja keuangan, FILM membukukan peningkatan pendapatan dari Rp 293,57 miliar menjadi Rp 348,06 miliar hingga kuartal III-2024. Kenaikan penjualan tersebut berimbas positif terhadap pertumbuhan laba usaha dari Rp 101,51 miliar menjadi Rp 121,45 miliar.
Peningkatan tersebut mendorong pertumbuhan laba bersih perseroan dari Rp 85,16 miliar menjadi Rp 102,89 miliar. Adapun laba per saham dasar meningkat dari Rp 9,09 menjadi Rp 10,83 per saham.
Grafik IHSG

