Demi Alasan Ini, Hillcon (HILL) Rancang Stock Split
JAKARTA, investortrust.id – PT Hillcon Tbk (HILL) berencana menggelar pemecahan nilai nominal saham (Stock split) dengan rasio 1:5. Aksi korporasi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 3 Maret 2025.
Manajemen HILL dalam penjelasan resminya di BEI, Kamis (23/1/2025), menargetkan perdagangan saham hasil stock split mulai 12 Maret 2025. Sedangkan RUSPLB ditargetkan pada 3 Maret 2025.
Baca Juga
Saham PANI dan CBDK Terjun Bebas, Terkait Berita Pagar Laut Tangerang?
Stock split tersebut akan membuat jumlah saham perseroan bertambah dari semula 2,94 miliar menjadi 14,74 miliar saham. Sedangkan nilai nominal sahamnya berubah dari Rp 100 menjadi Rp 20 per saham.
“Stock split ini dilakukan dengan pertimbangan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di BEI melalui peningkatan jumlah saham yang beredar,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Penambahan jumlah saham beredar, terang dia, juga bisa meningkatkan jumlah pemegang saham perseroan. Sedangkan pada perdagangan intraday BEI sesi II, Kamis (23/1/2025), saham HILL menguat Rp 30 (1,43%) menjadi Rp 2.170. Saham kontraktor penambangan batu bara ini bergerak dalam rentang Rp 2.120-2.200.
Baca Juga
Wajib Diketahui Investor Tiga Katalis Saham BRPT dan TPIA Berikut
Sebelumnya, PT Hillcon Equity Management justru melepas sebanyak 37 juta saham HILL dengan harga pelaksanaan Rp 2.800 per saham pada 3 Januari 2025. Total dana yang diraup dari aksi ini senilai Rp 103,60 miliar. Aksi ini membuat laju pergerakan harga saham HILL melorot dalam dua pekan terakhir.
Penjualan saham tersebut bertujuan sebagai investasi dan berdampak terhadap penurunan jumlah saham HILL yang digenggam Hillcon Equity dari semula 63,01% menjadi 61,67%.
Grafik Saham HILL

