Saham BBRI kembali Diborong, Meski Pemodal Asing Catat Net Sell Saham di BEI Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing lagi-lagi borong (net buy) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 183,22 miliar, meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan net sell saham senilai Rp 383,17 miliar sepanjang hari ini.
Net sell saham sepanjang hari ini berbanding terbalik dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/1/2025), ditutup menguat 11,08 poin (0,15%) menjadi 7.181,82. Kenaikan terdorong penguatan seluruh saham BUMN, khususnya bank pelat merah.
Selain BRI, pemodal asing mencatatkan net buy sham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 81,17 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 73,54 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 48,10 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 42,72 miliar, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ASII) Rp 42,72 miliar.
Baca Juga
Gelontorkan Rp 48,8 T, Prabowo Targetkan IKN Jadi Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028
Sebaliknya penjualan bersih melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 414,31 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 154,53 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 122,95 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 115,61 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 31,64 miliar.
Secara sectoral, pengatutan indeks didukung kenaikan saham sektor keuangan 0,79%, sektor sektor energi 0,39%, sektor consumer non primer 0,59%, sektor kesehatan 0,68%, dan sektor transportasi 0,14%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property, industry, consumer primer, dan teknologi.
Saham Bank BUMN ikut menopang penguatan indeks, seperti saham BBRI naik 0,95% menjadi Rp 4.260, BBNI naik 2,60% menjadi Rp 4.740, BMRI menguat 0,83% menjadi Rp 6.050, BRIS naik lebih tinggi 3,97% menjadi Rp 2.880, dan BBTN bergerak di zona hijau, mesi akhirnya ditutup stagnan Rp 1.095.
Baca Juga
Bukit Asam (PTBA) Pacu Inovasi Industri Hilir untuk Ketahanan Energi
Di tengah berlanjutnya rebound IHSG, sejumlah saham catatkan lompatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) naik 34,35% menjadi Rp 176, PT Remala Abadi TbK (DATA) kembali melesat 24,99% menjadi Rp 1.530, dan saham PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) sebanyak 24,81% menjadi Rp 3.370.
ARA juga melanda PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 24,79% menjadi Rp 302, PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) naik 24,85% menjadi Rp 1.030, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) naik 24,37% menjadi Rp 740, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 19,97% menjadi Rp 17.725.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT Singaraja Putra Tbk (SINI), PT Pudjiadi & Sons TbK (PNSE), PT Victoria Investama Tbk (VICO), dan PT Utama Radar Cahaya Tbk (RCCC).
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 16,08 poin (0,22%) menjadi 7.170,74 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 317,01 miliar. Meski demikian, tiga saham bank ini justru diborong asing, seperti saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 356,40 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 39,02 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 32,54 miliar.

