Survei ChainPlay: 52% Warga AS Lebih Pilih Investasi di Bitcoin Ketimbang Emas atau Saham
JAKARTA, investortrust.id - Survei teranyar yang dirilis ChainPlay bersama Storible mengungkapkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat (AS) lebih memilih menginvestasikan uangnya ke Bitcoin, alih-alih memilih instrumen investasi tradisional seperti emas atau saham.
Melansir Cryptonomist, Selasa (21/1/2025), survei tersebut dilakukan terhadap 1.428 warga AS. Hasilnya, 52% dari jumlah responden tersebut lebih memilih berinvestasi di Bitcoin. Bahkan, mereka lebih memilih menjual aset tradisional seperti emas atau saham, untuk membeli Bitcoin.
Selain itu, survei ini juga menunjukkan bahwa 68% warga AS telah memiliki aset kripto. Hal ini menjadi tonggak penting dalam adopsi aset keuangan digital di sana.
Di balik mayoritas responden yang memilih Bitcoin, survei tersebut juga mengungkap bahwa 38% responden adalah pemilih dari Presiden Donald Trump pada Pemilu AS belum lama ini. Dari jumlah tersebut, 84% diantaranya merupakan pembeli kripto untuk pertama kalinya.
Baca Juga
Bitcoin Tak Disebut Sebagai Prioritas Utama Amerika Saat Pelantikan Trump, Harga BTC Merosot Tajam
Hal ini mencerminkan jika pemerintahan dan kebijakan Donald Trump nantinya yang pro terhadap industri kripto memberikan daya tarik bagi gelombang baru investor kripto di sana.
Lalu, sebanyak 64% pemegang kripto di AS akan merekomendasikan pembelian aset kripto ke rekan-rekannya, bahkan juga akan menawarkan ke anggota keluarga mereka sendiri.
Dalam survei juga menunjukan jika 20% warga AS mengalokasikan lebih dari 30% total dana investasi mereka ke kripto. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini investor semakin mempertimbangkan Bitcoin dan kripto sebagai bagian penting dari strategi keuangan mereka.
Baca Juga
Di samping itu, memecoin juga tampak sangat penting, dengan 51% investor mengalokasikan lebih dari 30% dompet kripto mereka ke kategori aset ini. Di sini, selera risiko investor lebih tinggi karena memecoin lebih fluktuatif, yang juga mencerminkan perilaku spekulatif investor.
Survei ini juga mengungkap jika Gen Z menjadi yang teratas dalam hal jenis investor kripto berdasarkan generasi kepemilikannya. Gen Z mulai membelikan aset kriptonya pada usia rata-rata 22 tahun, diikuti generasi milenial yang memasuki pasar kripto di usia rata-rata 29 tahun, dan baby boomer cenderung mulai berinvestasi pada usia 50 tahun.
Menyambut 2025, para investor AS yang menjadi responden survei optimistis terhadap geliat pasar kripto. Sebanyak 60% dari total responden menyatakan jika mereka ingin menggandakan kepemilikan kripto mereka di tahun ini, sementara 77% hanya ingin membeli lebih banyak.

