Simak Saham BUMN Pilihan, Berpeluang Beri 'Dividend Yield' hingga 10%
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Sekuritas Indonesia merilis data sejumlah emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pilihan yang berpeluang memberikan imbal hasil atau dividend yield l sampai 10% tahun ini. Potensi dividen yang besar tersebut menjadikan saham-saham tersebut layak untuk dilirik.
Head of Proprietary Investment Mirae Asset Sekuritas Indonesia Handiman Soetoyo, saham BUMN yang direkomendasikan beli didukung potensi dividen tahun 2025 yang melimpah adalah BBNI, BMRI, TLKM, BBNI, PGAS, ELSA, dan PTBA.
“Mengingat target peningkatan target penerimaan dividen BUMN tahun 2025 senilai Rp 90 triliun atau lebih tinggi dari realisasi tahun 2024 mencapai Rp 86,4 triliun, kami meyakini BUMN yang listed akan dikenaikan rasio dividen besar tahun ini,” ujar Handiman, beberapa waktu lalu.
Baca Juga
BRI (BBRI) Jadi BUMN Pertama Penerbit Obligasi Hijau Tahun 2024
Atas dasar itu, Handiman meyakini bahwa BUMN dari sektor perbankan akan tetap diganjar dividen tinggi pada 2025. “BUMN akan berusaha capai makanya big banks itu nanti akan didorong bagi dividen besar. BRI, Mandiri, BNI, telkom, terus PTBA dan PGAS itu kan labanya juga masih tinggi-tinggi,” sambung dia.
BUMN yang sahamnya tercatat di bursa diperkirakan berkontribusi sebanyak 68,6% dari total dividen yang disetor ke kas negara. Secara sektoral, BUMN perbankan masih mendominasi dengan kontribusi 57,4%.
Sumbangan keuntungan saham pelat merah yang dibagi ke pemerintah tahun lalu berjumlah Rp 59,28 triliun, sedangkan BUMN yang tidak terdaftar di bursa memberi dividen Rp 27,11 triliun.
Baca Juga
BSI (BRIS) Tutup Bursa Tahun 2024 dengan Performa Mengesankan, Naik 56,9% dalam Setahun
Sedangkan kontributor keuntungan terbesar BUMN terbuka (Tbk) adalah BRI senilai Rp 25,71 triliun, disusul Mandiri Rp 17,17 triliun, Telkom Rp 9,21 triliun, dan BNI Rp 6,27 triliun. Sedangkan perusahaan non-tbk ada MIND ID Rp 11,21 triliun, Pertamina Rp 9,35 triliun, PLN Rp 3,09 triliun, dan Pupuk Indonesia Rp 1,21 triliun.
“PTBA, ANTM, TINS, dan INCO ada di bawah MIND ID. Ini tidak langsung ke pemerintah tapi masuknya ke holding. Sama seperti PGAS, PGEO, ELSA, TUGU ada di bawah Pertamina. Baru Pertamina setor ke pemerintah,” jelas Handiman.
Dividend Yield 10%
Sedangkan tahun ini, dari deretan saham yang direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas, ada sejumlah saham BUMN terpilih. Berikut dengan proyeksi dividen yang akan dibagikan pada 2025.
Saham-saham dimaksud, meliputi BBRI, BMRI, BBNI, TLKM, PTBA, PGAS, dan ELSA. Padahal tahun lalu, sejumlah saham pelat merah seperti BBTN, SMGR, JSMR, WIKA, ADHI, PTPP, WSKT, ANTM, TINS, INCO, PGEO, dan TUGU ikut menyumbang dividen ke pemerintah. Namun tidak masuk rekomendasi saham Mirae Asset Sekuritas tahun ini.
Handiman menuliskan, BBRI berpeluang memberi dividen senilai total Rp 246 per saham, terbagi atas Rp 135 dividen interim dan Rp 211 dividen final. Pembagian keuntungan ini diperkirakan setara 85% laba bersih perseroan yang sebesar Rp 61,34 triliun tahun lalu.
Baca Juga
Dividend yield BBRI yang dibagikan pada 2025 pun diperkirakan sekitar 8,6% dari harga saham Rp 4.010.
Himpunan Bank Negara (Himbara) lain yang ikut diramal dividennya adalah BBNI dan BMRI, dengan nilai masing-masing Rp 297 dan Rp 364 per saham. Dividend yield keduanya diperkirakan masing-masing berkisar 6,8% dan 6,5% dari harga saham Rp 4.350 dan Rp 5.600.
Dividend Payout Ratio (DPR) keduanya, diperkirakan sebesar 50% dan 60% dari laba bersih 2024 yang masing-masing kemungkinan Rp 22,12 triliun dan Rp 56,63 triliun.
Sedangkan dari sektor infrastruktur, Telkom (TLKM) diperkirakan memberi dividen Rp 176 per saham, yang sekitar 72% dari laba bersih Rp 24,21 triliun dengan dividend yield 6,6%.
Baca Juga
Selanjutnya PTBA, yang akan menyumbang dividen ke pemerintah melalui MIND ID, diprediksi memberi dividen Rp 294 per saham atau 75% dari laba bersih Rp 4,51 triliun. Dividend yield PTBA akan berkisar 10,9% dari harga saham Rp 2.690.
Sementara itu, PGAS dan ELSA yang akan menyetor keuntungan melalui BUMN Pertamina, diramal memberi dividen masing-masing Rp 177 dan Rp 39 per saham. Porsi dividen akan berkisar 80% dari laba bersih PGAS Rp 5,35 triliun dan 40% dari laba bersih ELSA Rp 704 miliar.
Dividend yield PGAS dan ELSA terhitung sekitar 10,4% dari harga saham Rp 1.705 dan 8,7% dari harga saham Rp 445.

