Begini Prospek Saham Emiten Perbankan di Tengah Likuiditas Ketat 2025, Pilih BBCA, BBRI, BMRI, atau BBNI?
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan laba bersih emiten perbankan tahun diproyeksikan mencapai 5,8% atau lebih rendah dari pertumbuhan tahun lalu sekitar 6,7%. Pertumbuhan moderat tersebut dipengaruhi sejumlah faktor ketatnya likuiditas, pertumbuhan kredit lebih lambat, dan biaya kredit yang tinggi.
Sedangkan risiko terbesar yang dihadapi perbankan tahun ini adalah peningkatan tunggakan kredit akibat pengetatan likuiditas. Begitu juga dengan kualitas kredit segmen usaha kecil menengah diprediksi masih menghadapi risiko.
Baca Juga
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, rata-rata peningkatan EPS sektor perbankan sekitar 5,8% tahun ini. Angka ini sejalan dengan perkiraan pertumbuhan kredit mencapai 9,9%, dibandingkan perkiraan pertumbuhan tahun 2024 mencapai 13,4%.
Prospek Saham Bank
BRI Danareksa Sekuritas
“Kami memperkirakan pelemahan pertumbuhan kredit bersal dari segmen korporasi akibat ekspansi lebih moderat. Begitu juga dengan segmen usaha kecil masih dalam tahap pemulihan, sehingga permintaan kredit diproyeksikan masih rendah,” tulis riset yang diterbitkan di Jakarta, Selasa (14/1/2025).
Terkait likuiditas dana, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, diproyeksikan berlanjut hingga semester I-2025 dipicu atas yield SRBI yang tinggi, penurunan secondary reserves, hingga minimnya dampak insentif GWM terhadap likuditas perbankan.
Baca Juga
BRI (BBRI) Sentuh Level di Bawah Rp 4.000 jelang Pembagian Dividen, Bagaimana Target Harganya?
Berdasarkan data hingga September 2024, rasio secondary reserves perbankan berada di level 16% atai lebih rendah dari rata-rata sebelum Covid-19 sebesar 20%. Sedangkan kebijakan penurunan GWM diprediksi tak berdampak besar terhadap epningkatan likuiditas perbankan saat ini.
Terkait NPL dan CoC perbankan tahun 2025, menurut BRI Danareksa Sekuritas, berpotensi lebih tinggi, dibandingkan realisasi tahun 2024. Pertumbuhan juga dipengaruhi atas ketidakpastian kondisi perekonomian.
Sejumlah kondisi tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untum mempertahankan rating netral untuk saham sektor perbankan dengan pilihan teratas saham BBCA.
Baca Juga
Mundur dari Komisaris Utama, Djohan Emir Ternyata Genggam Saham BCA (BBCA) Rp 1,07 triliun
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 11.800, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.400, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 5.100.
Begitu juga dengan saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.200 dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.400. Sebaliknya saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) direkomendasikan hold dengan target harga Rp 2.900.
Grafik Saham Bank

