IHSG Sesi I Rebound 0,62%, Saham ARA Bertaburan Dipimpin RATU
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (15/1/2025), ditutup naik 42,81 poin (0,62%) menjadi 6.999,47. Pergerakan sepanjang sesi berada di zona hijau dalam kisaran 6.956-7.022 dengan nilai transaksi Rp 4,88 triliun.
Penguatan ini terdorong kenaikan saham sektor keuangan sebanyak 1,19%, khususnya saham bank papan atas, dimotori saham BBRI dengan kenaikan 2,89% menjadi Rp 3.910.
Baca Juga
Anindya Akan Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum Kadin di Munas, Kamis 16 Januari 2025
Sektor saham naik lainnya adalah saham sektor teknologi 1,34%, sektor transportasi 1,07%, sektor consumer non primer 0,95%, dan sektor consumer primer 0,83%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry 0,80% dan sektor material dasar 0,41%.
Di tengah rebound tersebut, enam saham ini kembali lanjutkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Citra Marga Nusaphala Persada TbK (CMNP) naik 24,89% menjadi Rp 2.960, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 24,78% menjadi Rp 4.330, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 24,58% menjadi Rp 735.
Lompata harga hingga ARA juga melanda saham PT Aman Agrindo Tbk (GULA) naik 24,85% menjadi Rp 412, PT Bangun Kosambi SUkses Tbk (CBDK) naik 19,75% menjadi Rp 7.275, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) mengaut 19,95% menjadi Rp 13.075.
Baca Juga
Saham Emiten Happy Hapsoro (RATU) Ini ARA Enam Hari Beruntun, Apa Faktor Pendorongnya?
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM), dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU).
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 60,22 poin (0,86%) menjadi 6.956. Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 633,19 miliar didorong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 286,42 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 124,40 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 84,86 miliar.
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan saham sektor perbankan bersamaan dengan berlanjutnya penurunan saham-saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu. Koreksi tersebut menjadikan penurunan IHSG year to date (ytd) telah mencapai 2,02%.
Baca Juga
Beruntun 56 Kali, Neraca Perdagangan Surplus US$ 2,24 Miliar Desember
Meski IHSG anjlok, enam saham justru catatkan penguatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) naik 34,55% menjadi Rp 74, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) naik 24,74% menajdi Rp 2.370, dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) naik 24,47% menjadi Rp 590.
ARA juga dicatatkan dua saham pendatang baru PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) naik 24,82% menjadi Rp 3.470 dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) menguat 19,70% menjadi Rp 6.075. Begitu juga saham PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) kembali ARA sebanyak 19,78% menjadi Rp 10.900.
Grafik IHSG

