Simak Rekomendasi Saham HRUM, BRIS, dan SCMA
JAKARTA, investortrust.id - Reliance Sekuritas Indonesia memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah. Perusahaan sekuritas tersebut merekomendasikan investor menyimak antara lain saham Bank Syariah Indonesia (BRIS), Surya Citra Media (SCMA), Harum Energy (HRUM), dan Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), untuk perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia.
"Kami merekomendasikan buy BRIS, di mana harga berhasil menembus MA5 (moving average 5 hari). Candle terakhir berbentuk white spinning top, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya. Entry Rp 2.670 – 2.720, resistance Rp 2.840 – 2.950, support Rp 2.560, target Rp 3.200, dan stop loss Rp 2.550," kata Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa (14/1/2025).
Baca Juga
BSI (BRIS) Tutup Bursa Tahun 2024 dengan Performa Mengesankan, Naik 56,9% dalam Setahun
Saham Pilihan
Berikut rekomendasi saham lain oleh Reliance Sekuritas:
SCMA - Buy
▪︎ Harga berhasil menembus MA5 dan masih di atas MA80.
▪︎ Candle terakhir berbentuk white spinning top, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya. Selain itu, saham ini membentuk pola double bottoms (bullish) dengan target di 202.
▪︎ Stochastic golden cross.
Entry Rp 164 – 167
Resistance Rp 173 – 183
Support Rp 155
Target Rp 202
Stop loss Rp 154
HRUM - Buy
▪︎ Harga berhasil menembus MA5.
▪︎ Sinyal reversal telah terkonfirmasi dengan candle terakhir membentuk white spinning top, setelah sebelumnya candle doji. Ini mengartikan saham tersebut berpeluang besar melanjutkan kenaikannya.
▪︎ Stochastic golden cross.
Entry Rp 950 – 975
Resistance Rp 1,005 – 1,045
Support Rp 930
Target Rp 1,160
Stop loss Rp 925
TAPG - Buy
▪︎ Harga berhasil menembus MA5 dan MA20.
▪︎ Candle terakhir berbentuk white marubozu, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya.
▪︎ MACD golden cross.
Entry Rp 780 – 800
Resistance Rp 835 – 870
Support Rp 740
Target Rp 950
Stop loss Rp 735
Asing Net Sell
Reza menjelaskan, IHSG pada hari Senin (13/1/2024) ditutup terkoreksi 1,02%, ke level 7.016.88. Pelemahan IHSG dipimpin oleh saham-saham industrials (-1.30%) dan financials (-1.21%).
Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp 400,78 miliar di pasar regular dengan, saham-saham paling banyak dijual seperti BBRI, PTRO, BRMS, ASII, dan RAJA. Sentimen negatif IHSG disebabkan oleh pelemahan nilai tukar USD/IDR, serta rilis data tenaga kerja pada Jumat lalu mengurangi harapan investor untuk penurunan suku bunga acuan lebih awal oleh The Fed.
"Secara teknikal, candle IHSG membentuk black spinning top serta breakdown MA5, indikator Stochastic dead cross. Ini mengartikan IHSG masih akan bergerak variasi dengan kecenderungan melemah," paparnya.
Sementara itu di bursa Amerika Serikat, mayoritas indeks utama ditutup menguat. Sentimen positif datang dari ekspektasi rilis data inflasi Desember 2024 pada hari Rabu mendatang. Ini akan memberikan arah lebih jelas mengenai suku bunga acuan pascarilis dua data ekonomi penting (tingkat pengangguran dan non-farm payrolls Desember 2024) yang lebih baik dari konsensus pada hari Jumat lalu.
(Disclaimer on)

