Simak Rekomendasi Saham Hari Ini ANTM, EXCL, PANI, ISAT, dan SCMA
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melemah terbatas, dengan pergerakan diperkirakan di range 7.350-7.450 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Aneka Tambang (ANTM), XL Axiata (EXCL), Pantai Indah Kapuk Dua (PANI), Indosat (ISAT), dan Surya Citra Media (SCMA).
“Saham ANTM direkomendasi buy, dengan take profit di Rp 1.625-1.645 dan stop loss Rp 1.565. EXCL juga direkomendasi buy, dengan take profit di Rp 2.290-2.330 dan stop loss Rp 2.200,” kata analis pasar modal Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Baca Juga
Saham PANI direkomendasi buy on breakout (bob), dengan take profit di bob Rp 1.9200-19.500 dan stop loss Rp 18.600. Saham ISAT direkomendasi buy, dengan take profit di Rp 2.530-2.570 dan stop loss Rp 2.430. Saham SCMA direkomendasi spec buy, dengan take profit di Rp 199-206 dan stop loss Rp 190.
Bursa Domestik
Cheril mengatakan, IHSG pada perdagangan lalu ditutup melemah 0,94% ke level 7.394. Koreksi ini seiring aksi jual masif dari invesor asing yang mencatatkan net sell Rp 1,13 triliun, dengan 5 saham yang paling banyak dijual yaitu BBRI, BMRI, BBCA, BBNI, dan AADI.
"Sentimen turunnya harga komoditas global berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG hari ini. IHSG pullback membentuk long black marubozu candle setelah reject resistance MA 100, berpotensi lanjut koreksi menguji support berikutnya didukung momentum MACD berpotensi deathcross," paparnya.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 10 Tahun Meningkat Setelah Rilis Inflasi PPI
Global Sentiment
Sementara, mayoritas bursa saham global ditutup bervariasi kemarin waktu setempat. Indeks bursa Wall Street ditutup melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor sepuluh tahun pascarilis data data inflasi di tingkat produsen yang lebih tinggi dari ekspektasi. Berdasarkan data dari Biro Tenaga Kerja Amerika, inflasi di tingkat produsen untuk bulan November tercatat naik 0,4% month on month (mom) dan naik 3% year on year, lebih tinggi dari sebelumnya (+0,3% mom/+2,6% yoy) dan konsesus (+0,2% mom/+2,6% yoy).
"Inflasi inti di tingkat produsen meningkat 0,2% mom dan +3,4% yoy, secara bulanan sesuai ekspektasi namun secara tahunan sedikit lebih tinggi. Dengan data inflasi tersebut, peluang penurunan pemangkasan suku bunga acuan The Fed turun dari 98% sebelum rilis data tersebut ke 94,7% setelah rilis data PPI. Meski demikian, peluang masih sangat tinggi untuk pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini," paparnya.
Sedangkan indeks-indeks di Bursa Eropa ditutup beragam Kamis waktu setempat, setelah European Central Bank (ECB) kembali memangkas sukubunga acuan sebesar 25 bps ke 3%. Pemangkasan ini adalah yang keempat kalinya di tahun 2024.
"Bank sentral Swiss juga turut memangkas suku bunga acuan. Bahkan lebih agresif, sebesar 50 bps di hari kemarin," imbuhnya.

