Siap-siap! Trump Berencana Umumkan Perintah Eksekutif Kripto pada Hari Pelantikannya
JAKARTA, investortrust.id - Donald Trump akan segera membuat gebrakan pada tanggal pelantikannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) 20 Januari 2025 dengan setumpuk perintah eksekutif kripto. Dijuluki sebagai "presiden kripto," Trump diperkirakan akan terlebih dahulu membuat perintah tentang cadangan Bitcoin strategis. Selanjutnya, ia akan menetapkan peraturan yang jelas untuk kripto dan memaksa bank untuk berhenti menutup bisnis kripto. Analis percaya keputusan ini dapat membalikkan pasar.
Rencana cadangan Bitcoin strategis adalah kebijakan kripto Trump yang paling berani. Idenya adalah bahwa pemerintah AS akan mulai membeli Bitcoin. Badan-badan akan ditugaskan untuk memperoleh BTC, mengubahnya menjadi aset strategis seperti emas atau minyak. Tidak ada negara yang pernah mencoba ini, dan implikasinya sangat besar.
Namun tidak semua orang yakin. Luke Gromen, seorang analis ekonomi makro, berpikir waktunya mungkin tidak tepat. "Jika Trump mengumumkan rencana ini pada Hari Pertama, investor akan mendahului pemerintah," kata Gromen dilansir dari Cryptopolitan News, Selasa (14/1/2025).
Itu berarti orang akan membeli Bitcoin sebelum AS dapat membangun cadangannya, yang akan membuat harganya melambung tinggi. Hasilnya? Amerika membayar mahal untuk simpanan Bitcoinnya.
Gromen menyarankan pendekatan yang lebih rahasia. Kumpulkan Bitcoin secara diam-diam sambil membicarakan potensinya. Kemudian, setelah AS memiliki posisi yang besar, buatlah pengungkapan yang besar. "Lebih cerdas untuk mengendalikan narasi pasar dan memperkaya pundi-pundi pemerintah," tambah Gromen.
Apakah Trump mendengarkan saran ini, tidak ada yang tahu, tetapi bagaimanapun juga, rencana ini akan mengirimkan gelombang kejut melalui ruang kripto.
Baca Juga
Siap-siap! Kebijakan Perdagangan Trump Guncang Ekonomi Indonesia pada Paruh Pertama
Perintah eksekutif Trump juga diharapkan untuk mengatasi lingkungan regulasi yang kacau yang telah mengganggu industri kripto selama bertahun-tahun. Badan-badan seperti SEC dan CFTC akan mendapatkan pedoman yang jelas tentang cara mengawasi kripto. Ini akhirnya dapat memberikan kejelasan regulasi yang telah diminta oleh perusahaan dan investor.
Masih banyak lagi, Trump ingin bank berhenti membekukan bisnis kripto. Saat ini, banyak bank tradisional menolak bekerja sama dengan perusahaan di industri kripto dengan alasan risiko kepatuhan.
Perintah Trump akan memaksa bank untuk menyediakan akses yang sama, sehingga menciptakan kesempatan yang sama bagi perusahaan rintisan dan pemain besar. Hal ini dapat memicu gelombang aktivitas baru di pasar.
Tentu saja, para kritikus sudah menyuarakan kekhawatiran. Mereka berpendapat bahwa membuat bank melayani kripto dapat membuka pintu bagi pencucian uang dan penipuan. Tim Trump dilaporkan tengah berupaya untuk melindungi kepatuhan guna mengatasi risiko ini, tetapi belum ada rincian yang dibagikan.
Dampak pasar
Rencana Trump dapat menjadi jackpot bagi pemegang Bitcoin. Analis bertaruh besar pada ledakan harga, dengan proyeksi mencapai US$ 150.000 pada tahun 2025. Logikanya sederhana, jika pemerintah AS mulai membeli Bitcoin, permintaan akan meroket.
Namun, ada kendala. Jika Amerika mulai membeli Bitcoin, negara lain mungkin akan mengikutinya. Perlombaan Bitcoin global dapat mendorong harga ke tingkat yang tidak masuk akal, sehingga semakin sulit bagi investor ritel untuk masuk.
Hal ini akan mengubah keseimbangan kekuatan di pasar kripto, yang lebih mengutamakan pemerintah dan lembaga daripada ritel, atau "degens" sebagaimana mereka lebih suka disebut.
Bank yang sudah berjuang untuk beradaptasi dengan kebangkitan keuangan terdesentralisasi, dapat menghadapi gangguan yang lebih besar. Kebijakan Trump dapat mempercepat penurunan perbankan tradisional sekaligus meningkatkan alternatif seperti platform DeFi. Sektor keuangan mengawasi dengan saksama, dan mereka tidak senang.
Baca Juga
Pemerintahan Donald Trump dan The Fed Akan Pengaruhi Harga Kripto di 2025
Kripto bukan satu-satunya hal yang akan menjadi perhatian Trump di Hari Pertama. Imigrasi sedang mengalami perombakan besar. Trump berencana untuk memperketat pembatasan perbatasan, meningkatkan deportasi, dan memangkas dana untuk kota-kota perlindungan kecuali jika mereka mematuhi hukum federal.
Tembok perbatasan juga kembali menjadi agenda, dengan bagian-bagian yang belum selesai akan diselesaikan berdasarkan mandat federal. Kebijakan energi juga akan mengalami perubahan. Trump diperkirakan akan menyetujui izin pengeboran baru untuk lahan federal dan membekukan semua peraturan yang belum dirampungkan yang diperkenalkan oleh pemerintahan Biden. Langkah ini akan menggembirakan perusahaan minyak dan gas tetapi membuat marah para pencinta lingkungan.
Kepala Staf Susie Wiles telah meremehkan pentingnya langkah-langkah ini, menyebut "100 hari pertama" sebagai patokan buatan. Namun, urgensinya jelas. Tim Trump tahu bahwa mereka membutuhkan kemenangan cepat untuk menentukan arah masa jabatannya sebagai presiden. Dengan Pemilu paruh waktu yang sudah di depan mata, mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan.

