DBS Proyeksikan Investasi di Sektor Teknologi Amerika Serikat Masih Menguntungkan
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer Bank DBS Hou Wey Fook menyebutkan investasi di pasar saham Amerika Serikat (AS) masih menguntungkan. Sebab, kapitalisasi pasar saham AS menyumbang besar terhadap kapitalisasi pasar saham dunia.
“Kapitalisasi S&P adalah 45% dari dunia ketika saya masuk ke industri ini pada tahun 80-an. Sekarang, kapitalisasi pasarnya sudah merefleksikan 73%” kata Hou saat DBS CIO Insights 1Q25: Game Changers, yang digelar daring, Senin (13/1/2025).
Ekuitas di AS, dalam sudut pandang apapun, menurut dia, telah melampaui seluruh pasar saham di seluruh dunia. Kondisi ini ditopang oleh budaya mengambil risiko, kreativitas, kewirausahaan, dan ekosistem penelitian di tingkat perguruan tinggi.
Baca Juga
Pengembangan teknologi, kata Hou, melibatkan banyak tokoh terkemuka di dunia teknologi, seperti CEO Google Sundar Pichai, CEO Microsoft Satya Nadella, CEO Nvidia Jensen Huang, dan CEO SpaceX Elon Musk.
“Tentu ini menjadi alasan untuk tetap optimistis secara struktural terhadap pasar saham AS. Posisi AS di garis depan inovasi dibuktikan dengan pendanaan yang cukup untuk transaksi modal ventura yang mendukung startup dan inovasi AI,” ujar dia.
Untuk memahami kondisi ini, kata Hou, dia menyarankan investor untuk membeli perusahaan teknologi global terbaik yang terdaftar di bursa saham AS. Menurut dia, sektor teknologi memimpin pendapatan luar negeri hingga 60%.
Hou menyebut untuk memilih saham, tidak cukup kualitas dari perusahaan semata. Kualitas perusahaan perlu didalami dengan melihat beberapa faktor, seperti laba atas ekuitas yang tinggi, pertumbuhan laba tahun ke tahun yang stabil, hingga leverage perusahaan yang rendah.
Baca Juga
Wall Street Ambles Setelah Rilis Data Tenaga Kerja AS, Dow Jones Anjlok Hampir 700 Poin
“Selain kualitas, penting untuk mengidentifikasi perusahaan yang menunjukkan mode ekonomi yang mengacu pada kemampuan perusahaan dalam mempertahankan keunggulan atas pesaingnya,” kata dia.
Dalam konteks perusahaan teknologi, ujar dia, beberapa perusahaan telah menciptakan ekosistem penunjang. Misalnya, Apple Co. Hou menyebut selain piranti teknologi, jenama ini juga memiliki aplikasi semacam Apple Pay, iCloud, App Store, Apple Music, Apple TV dan lain-lain.
“Kepemimpinan teknologi ditunjukkan dalam teknologi chip AI milik NVIDIA yang tak tertandingi dan kepemimpinan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) Ltd,” kata dia.
Di bidang hiburan, pemilik konten ikonik seperti Disney, yang mengunci hak atas Star Wars, Marvel, dan Pixar, dapat menghasilkan banyak pendapatan. Sementara, Netflix terus memproduksi konten original.

