DBS: Imbal Hasil Obligasi Bisa Double Digit Era Trump
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer Bank DBS Hou Wey Fook menyoroti risiko perang dagang yang akan muncul pada 2025, seiring kebijakan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump yang ingin menerapkan tarif impor tinggi. Hal itu mendorong imbal hasil obligasi bisa meningkat menjadi 10% atau lebih (double digit).
"Keputusan ini dapat menghasilkan imbal hasil yang meningkat double digit pada obligasi. Imbal hasil obligasi saat ini lebih tinggi daripada 2019," kata dia dalam acara "DBS CIO Insights 1Q25: Game Changers", yang digelar daring, Senin (13/1/2025).
Baca Juga
Meski begitu, ia selalu menyampaikan kepada klien DBS agar jangan mengambil risiko konsentrasi investasi pada obligasi. Jadi, klien perlu mendiversifikasi portofolio.
"Risiko perang dagang ini ditandai dengan langkah Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump yang ingin menerapkan tarif impor tinggi. Sejarah telah menunjukkan tidak ada pemenang dalam perang dagang,” kata Hou.
Baca Juga
Hou mengatakan perang dagang mengikis keunggulan komparatif tiap negara. Kondisi ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi global.
“Di bawah Trump 2.0 dengan tarif perdagangan yang menjadi pusat dari agenda ekonomi, hal itu akan menjadi pembuka eskalasi geopolitik dan tensi perang dagang,” ujar dia.

