Patrick Walujo Dipertahankan Jadi Dirut hingga 2029, Begini Dampaknya bagi Saham GOTO
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap keinginan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk mempertahankan Sugito Walujo atau yang biasa disapa Patrick sebagai direktur utama hingga tahun 2029.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dan Kafi Ananta dalam komentar pasar dalam komentar pasar, Selasa (7/1/2025), menyebutkan bahwa keputusan perseroan untuk mempertahankan Patrick Walujo sebagai CEO GOTO hingga 2029 menghilangkan ketidakpastian terhadap operasional dan gerak saham emiten teknologi terbesar di Indonesia ini setidaknya dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga
“Di bawah kepemimpinan Patrick Walujo, GOTO telah beralih dari posisi bertahan hidup menuju pertumbuhan dan profitabilitas berkelanjutan. Dengan kepastian Patrick menduduki posisi sebagai direktur utama dalam lima tahun ke depan, kepastian terhadap kelangsungan dan perencanaan bisnis memiliki kepastian ke depan,” tulis riset tersebut.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 90 per saham. Sedangkan dalam lima hari terakhir, saham GOTO berhasil mencatatkan penguatan sebanyak 12,86%. Hingga sesi I intraday BEI hari ini, saham GOTO berada di level Rp 79 per saham.
Patrick Walujo sebelumnya menyebutkan bahwa dirinya berkomitmen untuk tetap menjabat sebagai direktur utama perseroan hingga 2029. Sebagai direktur utama, Patrick mengaku akan fokus untuk mendorong GoTo menuju pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan. Dewan Komisaris GoTo pun diklaim telah menyetujui paket retensi berbasis kinerja sebagai bagian dari kesepakatan kerja.
Baca Juga
“Memimpin GoTo selama 18 bulan terakhir merupakan kehormatan yang luar biasa dan saya bangga untuk berkomitmen pada masa depan jangka panjang saya di perusahaan ini,” ujar Patrick melalui keterangan resminya.
Pengumuman tersebut sejalan dengan kinerja perseroan yang tumbuh di bawah kepemimpinan Patrick selama setahun terakhir. Pada kuartal III-2024, growth transaction value (GTV) inti Grup GoTo tumbuh 74% (yoy) menjadi Rp 72 triliun. Sementara, pendapatan bruto juga tumbuh 34% (yoy) menjadi Rp 4,7 triliun. Kinerja yang kuat tersebut didorong oleh peningkatan 21% (yoy) dalam pengguna yang Bertransaksi Bulanan (MTU) di seluruh ekosistem GoTo.
Grafik Saham GOTO

