Saat Harga Saham dan Kinerja Turun, Dua Investor Ini Agresif Tambah Saham Astrindo (BIPI), Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Dua investor ini justru menambah kepemilikan saham di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), saat harga saham emiten perusahaan infrastruktur pertambangan batu bara terintegrasi di Kalimantan Timur dan Kalimanantan Selatan ini melemah lebih dari 32% dalam setahun terakhir (year to date/ytd).
Kedua pemegang saham tersebut terdiri atas PT Fersindo menambah kepemilikan saham BIPI dari 4,78% menjadi 5,06% hingga akhir Juli 2024. Begitu juga dengan PT KB Valbury mendadak tercatat sebagai pemegang 5,07% saham BIPI.
Baca Juga
CGS CIMB Securities Kembali Tambah Saham Astrindo (BIPI), Kini Kuasai 12,84%
Sedangkan pemegang saham lainnya mempertahankan porsi kepemilikan sahamnya, yaitu PT Indotambang dengan kepemilika 22,95% dan tetap bertindak sebagai pengendali. Pemegang saham lainnya CGS CIMB Securities 12,71%, Michael Wong sebanyak 0,05%, dan sisanya investor public turun dari 59,51% menjadi 54,16% saham.
Aksi beli saham tersebut juga dilakukan saat kinerja keuangan Astrindo (BIPI) melorot sepanjang semester I-2024. Pendapatan perseroan turun dari US$ 329,94 juta menjadi US$ 275,36 juta. Penurunan ini disertai dengan kenaikan beban pokok menjadikan laba bruto perseroan turun anjlok dari US$ 82,08 juta menjadi US$ 37,33 juta.
Baca Juga
Astrindo (BIPI) juga mencatatkan penurunan laba usaha dari US$ 73,69 juta menjadi US$ 31,87 juta. Hal ini membuat laba bersih turun dalam dari US$ 29,13 juta menjadi US$ 7,30 juta.
Sedangkan dari sisi pergerakan harga, saham BIPI cenderung mencatatkan penurunan sepanjang ytd mencapai 32,69%, yaitu turun dari level penutupan akhir tahun lalu Rp 105 menjadi Rp 70 per saham.
Grafik Saham BIPI

