PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) Buka-bukaan soal Peta Jalan Strategis Produksi Baja Rendah Emisi Karbon
JAKARTA, Investortrust.id – PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP), salah satu produsen baja swasta prominen di Indonesia, mengungkapkan strategi untuk menjadi produsen baja karbon rendah di Asia. Perseroan juga meyakinkan para pemegang sahamnya mengenai kondisi finansial Perseroan setelah volatilitas harga saham baru-baru ini melalui acara Paparan Publik Insidentil (PUBEX).
Disampaikan Presiden Direktur GGRP, Fedaus, sektor baja global diharuskan mengurangi emisi karbon lebih dari dua pertiga (67%) agar dunia dapat mencapai net zero pada tahun 2050.
”Untuk mencapainya, proporsi baja yang diproduksi menggunakan teknologi Electric Arc Furnace (EAF) diproyeksikan akan meningkat secara dramatis dari 28% menjadi 64% pada tahun 2050. Status GGRP sebagai pelopor baja dengan emisi rendah karbon menempatkan Perseroan dalam posisi yang sangat kuat untuk memimpin ekonomi baja baru ini sekaligus memberikan pengembalian finansial maksimal bagi para pemegang saham,” kata Fedaus P saat public expose insidentil perseroan pada Jumat, (6/12/2024).
Fedaus juga mengungkapkan, Perseroan siap untuk menjadi salah satu produsen baja yang paling maju secara teknologi, berkelanjutan, dan menguntungkan di Asia. Hal ini menurutnya akan tercapai lewa sejumlah strategi, yakni peningkatan teknologi produksi. Dengan peningkatan teknologi produksi, GGRP akan memodifikasi teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang dimilikinya, dengan mengintegrasikan sistem pengisian samping, sehingga diharapkan dapat mengurangi konsumsi energi sekitar 10% hingga 20%. Selain itu, Perseroan berencana untuk menerapkan teknologi slab casting tipis, serta mesin rolling baru, sehingga memungkinkan untuk memproduksi baja rendah karbon berkualitas premium yang bernilai tinggi untuk aplikasi hilir.
Baca Juga
Gunung Raja Paksi (GGRP) Cetak Lompatan Laba Atribusi 594%, Ternyata Dipicu Faktor Ini
GGRP juga akan mengoptimalkan pemanfaatan scrap sebagai bahan baku. GGRP akan mengamankan scrap berkualitas tinggi melalui sistem penilaian yang berbasis Artificial Intelligence (AI), menerapkan perjanjian jangka panjang untuk pemasok scrap berkualitas, hingga investasi strategis dalam scrapyard. ”Keseluruhan hal ini dilakukan guna memastikan kualitas dan pasokan material scrap yang konsisten,” ujar Fedaus.
Berikutnya GGRP juga akan memperluas pasar ekspor untuk produksi pelat dengan emisi rendah karbon: Perseroan akan memprioritaskan produksi pelat baja rendah karbon di fasilitas Plate Steckel Mill (PSM) yang dimiliki, dengan berfokus kepada pelat yang tersertifikasi ramah lingkungan, guna memenuhi permintaan pasar ekspor yang terus berkembang, termasuk guna memenuhi permintaan jangka panjang
Last but not least, kata Fedaus, perseroan menggelar langkah pelacakan emisi bagi tiap produk yang dihasilkan. Nantinya fasilitas Perseroan akan menjalani digitalisasi dan otomatisasi yang ditingkatkan, guna memastikan adanya keterlacakan setiap produk dari awal hingga akhir (end-to-end).
Baca Juga
Sejalan dengan strategi Net Zero Perseroan, inisiatif GGRP dirancang untuk memenuhi permintaan yang berkembang akan produk baja premium dan spesial di industri-industri yang kritikal untuk transisi energi secara global, termasuk infrastruktur energi terbarukan, solusi transportasi berkelanjutan, dan bangunan yang dapat bertahan lama.
"Transformasi kami lebih dari sekadar pembaruan teknologi, ini akan menempatkan GGRP sebagai pemimpin dalam transisi energi global," kata Vice President dan Direcfor of Finance GGRP, Roymond Wong.
"Pabrikan baja yang gagal beradaptasi dengan kenyataan ekonomi baja baru ini akan sangat tertinggal. Kami berkomitmen untuk memproduksi baja yang tidak hanya bernilai tinggi tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, memastikan daya saing kami di pasar yang berkembang pesat. Visi kami adalah memproduksi baja yang tidak hanya mendukung transisi energi global tetapi juga meminimalkan dampak lingkungan," tambah Roymond.

