Dipimpin Ethereum dan Bitcoin, NFT Catat Penjualan Mingguan hingga Rp 2,5 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Token yang tidak dapat dipertukarkan atau non fungible token (NFT) mempertahankan volume penjualan mingguan yang relatif kuat meski ada sedikit penurunan dibandingkan dengan lonjakan minggu lalu.
Melansir Cointelegraph, Senin (25/11/2024), pelacak data NFT CryptoSlam menunjukkan bahwa korelasi digital yang mengalami minggu solid mencatat volume penjualan sekitar US$ 158 juta atau setara Rp 2,5 triliun selama tujuh hari terakhir. Data tersebut menunjukkan penurunan 12,7% dibandingkan dengan minggu sebelumnya ketika koleksi digital mencatat volume penjualan mingguan sebesar US$ 181 juta.
Meski terjadi perlambatan, volume mingguan masih jauh di atas rekornya di awal November. Dari tanggal 4 hingga 10 November, NFT memiliki volume penjualan mingguan hanya sebesar US$ 93 juta yang mencerminkan peningkatan sebesar 69% di awal bulan.
Baca Juga
Pos Indonesia Luncurkan Prangko NFT Pertama di Indonesia, Kolektor Merapat!
Ethereum mempertahankan posisi teratasnya dalam volume penjualan NFT mingguan. Jaringan tersebut mencatat penjualan sebesar US$ 49 juta, turun 25,9% dibandingkan minggu lalu. Bitcoin berada di peringkat kedua, dengan penjualan sebesar US$ 43 juta, turun 29%.
Lalu, jaringan Solana mempertahankan peringkatnya di posisi ketiga dalam volume penjualan untuk koleksi digital. Jaringan tersebut mencatat penjualan mingguan sebesar 23,9 juta, turun 9% dibandingkan minggu sebelumnya.
Baca Juga
Sementara itu Polygon, Mythos Chain, Immutable, dan BNB Chain secara kolektif mencatat volume penjualan sebesar US$ 35,8 juta untuk minggu tersebut.
Solana memimpin semua blockchain dalam jumlah pembeli NFT. Data CryptoSlam menunjukkan bahwa Solana memiliki lebih dari 185.000 pembeli NFT selama seminggu, meningkat 57,99% dari 117.000 pada minggu lalu. Nilai transaksi rata-rata di seluruh jaringan sedikit turun, dari US$ 133,08 menjadi US$ 126,17.

