Metrodata (MTDL) Optimistis Kinerja Kuartal IV-2024 Membaik
JAKARTA, investortrust.id – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) optimistis pertumbuhan kinerja keuangan lebih kuat mememasuki kuartal IV-2024. Peluang pertumbuhan tersebut terdorong data tren kenaikan investasi pada kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatif di sektor swasta.
Kenaikan dimaksud, setidaknya sudah terlihat pada periode 2021-2023, dari US$ 4 miliar menjadi US$ 25 miliar atau meningkat lebih dari 6 kali lipat dalam dua tahun.
Direktur Utama Metrodata Susanto Djaja, sejauh ini, sudah lebih dari 100 contoh penggunaan (use cases) penerapan AI oleh MTDL kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia di berbagai sektor, seperti industri ritel, industri susu, industri FMCG, dan industri jasa keuangan.
Baca Juga
Metrodata (MTDL) Bukukan Laba Bersih Tumbuh 13,3% pada Kuartal III 2024, Ini Faktor Pendorongnya
“Karena sejak 10 tahun terakhir, kami sudah mengembangkan solusi big data yang menjadi basis pengembangan AI, kami sangat siap untuk membidik peluang yang muncul dari kenaikan investasi tersebut,” terang Susanto secara tertulis, Selasa (26/11/2024).
Selain peningkatan permintaan pada solusi bisnis aplikasi dan cloud, peningkatan tren pada teknologi AI dan cyber security juga diklaim semakin terlihat. Hal ini membuat pendapatan unit bisnis solusi dan konsultasi Metrodata meningkat 9% (qoq) pada kuartal III-2024.
Susanto memandang, peningkatan pendapatan tersebut menunjukkan mulai kembalinya belanja teknologi informasi dari korporasi di Indonesia secara bertahap. Sementara peningkatan pemesanan (order booking) yang diterima Metrodata untuk 8 pilar solusi digital mencapai 33% (yoy) sepanjang Januari-September 2024.
Selanjutnya pada unit bisnis distribusi, segmen consumer menunjukkan peningkatan solid dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 47% (qoq) pada kuartal ketiga tahun ini. Segmen ini tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan, dengan kontribusi mencapai 40% dari total pendapatan pada September 2024.
Baca Juga
Secara keseluruhan, unit bisnis distribusi Metrodata tumbuh sebesar 18% (yoy) pada Januari-September 2024. Hal ini terutama didukung oleh pertumbuhan segmen telekomunikasi atau smartphone yang mengalami peningkatan pendapatan sebesar 98% (yoy).
Oleh karena itu, pendapatan Metrodata meningkat 14% (yoy) menjadi Rp 17 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan periode sembilan bulan tahun ini, naik 13,34% (yoy) menjadi Rp 455,41 miliar. “Pemulihan di sektor korporat dan distribusi komersial telah menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan ini,” sambung Susanto.
Mengantisipasi pertumbuhan di industri teknologi informasi dan komunikasi (Tik), khususnya pada unit bisnis distribusi, perseroan tengah meningkatkan kapasitas gudang pusat di Cibitung, Jawa Barat.
Baca Juga
Garap Bisnis Keamanan Siber, Metrodata (MTDL) dan FPT Dirikan Usaha Patungan Rp 56 Miliar
Proyek dengan perkiraan anggaran sebesar Rp 120 miliar ini direncanakan rampung pada Februari 2025. Peningkatan kapasitas diperlukan, mengingat tingkat penggunaan gudang Metrodata sudah mencapai 80% dari kapasitas maksimum.
Selain kegiatan perluasan gudang tersebut, MTDL juga secara resmi memulai usaha patungan (joint venture/JV) dengan FPT-IS. Pada usaha patungan yang diberi nama PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) ini, MTDL memegang 60% saham.
FMI yang rencananya mulai beroperasi pada awal 2025 itu akan menawarkan layanan dalam bidang keamanan siber, solusi AI, dan pengembangan perangkat lunak.

