Melonjak 18%, Pendapatan Harita Nickel (NCKL) Tembus Rp 20,38 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), atau Harita Nickel, meraih pendapatan Rp 20,38 triliun, melonjak 18% dibanding periode sama tahun lalu. Hal ini mendorong laba bersih menembus Rp 4,84 triliun, tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja keuangan sembilan bulan pertama 2024 yang berakhir 30 September itu diumumkan perusahaan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan tersebut, hari ini. Hasil ini menunjukkan kinerja operasional yang baik dan pertumbuhan keuangan yang stabil di, tengah tantangan pasar global.
"Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 20,38 triliun, meningkat 18% dibandingkan periode sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume produksi di operasi penambangan dan pemrosesan. Laba kotor mencapai Rp 6,66 triliun, naik 9% secara tahunan, sementara EBITDA meningkat 14% menjadi Rp 8,88 triliun. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 4,84 triliun, tumbuh 8% dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Head of Investor Relations PT Trimegah Bangun Persada Tbk Lukito Gozali, dalam keterangan di Jakarta, Jumat (22/11/2024).
Baca Juga
Sekuritas Ini Ungkap Prospek Kuat 6 Saham Metal Mining Ini, TINS dan NCKL Pilihan Teratas
Produksi Fasilitas HPAL Melambung 47%
Dari sisi operasional, volume produksi juga mencatatkan peningkatan. Produksi bijih nikel mencapai lebih dari 16,27 juta wet metric tonnes (wmt), meningkat 12% dibanding periode sama tahun 2023.
Produksi FeNi dari smelter Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) tercatat sebesar 95.813 ton, meningkat 39% secara tahunan. Sementara fasilitas HPAL menghasilkan 71.531 ton MHP Ni, meningkat 47% secara tahunan.
Fasilitas HPAL kedua, PT Obi Nickel Cobalt (ONC), memulai lini produksi pertama di bulan April 2024 dan keseluruhan tiga lini produksinya sudah berhasil mencapai kapasitas penuh di bulan Agustus. Keberhasilan ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada keseluruhan total produksi fasilitas HPAL dan kontribusi terhadap kenaikan penjualan bijih nikel ke divisi tambang. Selain itu, fasilitas HPAL pertama mulai memproduksi dan mengekspor kobalt elektrolitik di bulan Agustus, menambah ragam produk perusahaan.
“Hasil ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami untuk mengoptimalkan operasional dan menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga nikel global. Perluasan kapasitas produksi kami mendukung kebutuhan pasar yang terus meningkat, khususnya di sektor baterai kendaraan listrik,” kata Lukito Gozali,
Harita Nickel terus berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Investasi perusahaan dalam fasilitas peleburan dan pemurnian selaras dengan komitmen untuk mendukung agenda hilirisasi pemerintah Indonesia.
"Harita Nickel juga berkomitmen terhadap praktik yang berkelanjutan. Selain itu, terus mendorong kemajuan industri nikel di Indonesia," tandasnya.
Pionir dalam HPAL
PT Trimegah Bangun Persada Tbk merupakan bagian dari Harita Group, yang mengoperasikan pertambangan dan pemrosesan nikel terintegrasi berkelanjutan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Selain IUP Pertambangan, perusahaan sejak 2017 telah memiliki pabrik peleburan (smelter) nikel saprolit, dan sejak 2021 juga memiliki fasilitas pengolahan dan pemurnian (refinery) nikel limonit di wilayah operasional yang sama.
"Kedua fasilitas tersebut hadir untuk mendukung amanat industrialisasi dari pemerintah Indonesia. Harita Nickel menjadi pionir di Indonesia dalam pengolahan dan pemurnian nikel limonit (kadar rendah) dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL)," tuturnya.
Teknologi ini mampu mengolah nikel limonit yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, menjadi produk bernilai strategis berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Dengan teknologi yang sama, MHP sebagai intermediate product telah berhasil diolah menjadi produk akhir berupa nikel sulfat dan kobalt sulfat, yang merupakan material inti pembuatan katoda sumber energi baru, yaitu baterai kendaraan listrik.
Sementara itu, dalam perdagangan hari ini, harga saham NCKL menembus Rp 840 per unit. Harga ini melonjak Rp 30 atau

