IHSG Boleh Anjlok 39 Poin, tapi 10 Saham Ini justru Terbang hingga ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/11/2024), kembali ditutup melemah 39,43 poin (0,55%) menjadi 7.140. Koreksi ini berbanding terbalik dengan sesi I yang justru masih naik 15,59 poin (0,22%) menjadi 7.195,93.
Koreksi IHSG dipengaruhi atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer non primer 0,92%, sektor keuangan 0,80%, sektor property 0,77%, sektor transportasi 0,71%, sektor consumer primer 0,22%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor infrastruktur, teknologi, kesehatan, dan energi.
Baca Juga
Raih Restu Rights Issue, Lippo Cikarang (LPCK) Berpotensi Raup Dana lebih dari Rp 2 Triliun
Meski IHSG turun, sejumlah saham ini justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) Naik 34,94% menjadi Rp 224, PT Inter Delta Tbk (INTD) menguat 34,43% menjadi Rp 246, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) naik 35% menjadi Rp 135, PT Victoria Investama Tbk (VICO) melesat 34,83% menjadi Rp 240, dan PT Perma Plasindo Tbk (BINO) naik 34,09% menjadi Rp 236.
ARA juga melanda saham saham PT Golden Flower Tbk (POLU) sebanyak 25% menjadi Rp 1.150, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 25% menjadi Rp 280, PT Pudjiadi Prestige Tbk (PDUP) melesat 24,63% menjadi Rp 334, PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) kembali melesat 24,27% menjadi Rp 256, dan dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) naik 19,81% menjadi Rp 9.375.
Sebaliknya penurunan paling dalam melanda beberapa saham berikut, yaitu saham PT Indo Kordsa Tbk (BRAM), PT Era Digital Media Tbk (AWAN), PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), PT Green Power Group Tbk (LABA), dan PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS).
Baca Juga
Anggota DEN Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuat, Meski Ada Perlambatan Daya Beli
IHSG kemarin ditutup melemah sebanyak 15,38 poin (0,21%) menjadi 7.180,34. Pemodal asing lagi-lagi bukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 436,24 miliar, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 413,11 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 123,52 miliar.
Koreksi tersebut dipengaruhi atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi 1,43%, sektor property 0,87%, sektor consumer non primer 0,60%, sektor infrastruktur 0,48%, sektor transportasi 0,35%, dan sektor industry 0,29%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor keuangan, kesehatan, dan consumer primer.
Meski IHSG ditutup melemah, empat saham justru naik hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) menguat 33,77% menjadi Rp 206, PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) naik 34,67% menjadi Rp 268, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,77% menjadi Rp 1.360, dan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) melesat 19,92% menjadi Rp 7.825.
Grafik IHSG

