Bitcoin Cetak ATH Baru dan Peningkatan Kapitalisasi Pasar, Reku: Potensi Kenaikan Masih Besar
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin kembali menyentuh level tertinggi baru atau all time high (ATH) baru di angka US$ 95.688,28 pada Kamis, (21/11) pukul 10:33 WIB. Selain itum, Bitcoin juga masih mendominasi kapitalisasi pasar di angka 59,97%, melansir Coinmarketcap.
Analyst Reku Fahmi Almuttaqin mengungkapkan, jika melihat data yang ada saat ini dengan kapitalisasi Bitcoin berada di angka US$ 1,8 triliun, dan emas di angka US$ 17,6 triliun, proyeksi tersebut menargetkan angka kapitalisasi setidaknya US$ 8,8 triliun atau hampir lima kali lipat dari kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini.
Ia menyebut, CEO perusahaan keuangan ternama di Amerika Serikat (AS) yang juga menjadi penerbit dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bitcoin dan Ethereum spot Jan van Eck memproyeksikan kapitalisasi pasar Bitcoin pada akhirnya akan mencapai setengah dari total kapitalisasi pasar emas.
“Selain van Erck, CEO MicroStrategy Michael Saylor juga memproyeksikan harga Bitcoin akan menyentuh US$ 100.000 sebelum akhir tahun ini. Sentimen positif terkait outlook regulasi kripto di AS turut menjadi katalis berkembangnya optimisme tersebut,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (21/11/2024).
Menurut Fahmi, optimisme yang berkembang dalam beberapa hari terakhir ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang besar bagi Bitcoin. Saat ini, Bitcoin dapat dikatakan sedang berada dalam fase price discovery pasca terciptanya level harga tertinggi baru.
Baca Juga
Harga Bitcoin Berpotensi Tembus US$ 100.000 di Akhir Tahun? Berikut Proyeksi dari 6 Analis
“Bitcoin kemungkinan masih akan mencetak beberapa level harga tertinggi baru lagi dari titik ini, mengingat area konsolidasi yang berada pada level tertinggi dari sebelumnya,” katanya.
Namun menurutnya, kekuatan reli Bitcoin akan bergantung pada level harga yang akan membuat pemegang kripto yang menyimpan aset dalam jangka waktu lama (long term holder)yang memutuskan untuk menjual, dan short term holder mulai berpikir dua kali untuk mengakuisisi Bitcoin.
“Saat ini keduanya belum terlihat mengalami perubahan signifikan, meskipun sebagian long term holder sudah terlihat mulai melakukan aksi profit taking,” ucap Fahmi.
Terlepas dari itu, ia menekankan para investor untuk melakukan riset dan analisis yang baik guna memilih aset dengan potensi pertumbuhan dan tingkat risiko yang sesuai dengan profil investasi masing-masing.
“Bagi investor yang cenderung mengutamakan fundamental suatu aset, dapat berinvestasi di aset kripto yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas yang besar,” kata Fahmi.

