Anggaran Infrastruktur Baru Ditunda, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Pilarmas Investindo Sekuritas memproyeksi indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini (19/11/2024) berpotensi melemah terbatas, dengan support dan resistance di level 7.100– 7.225. Sejumlah saham direkomendasi layak dicermati, yakni PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM).
"Pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh prospek pasar obligasi untuk negara rmerging market, tidak terkecuali Indonesia, yang sedang mengkhawatirkan. Ini karena pelaku pasar dan investor global tengah mengurangi potensi penurunan tingkat suku bunga tahun depan, kekhawatiran perang dagang meningkat, hingga dolar Amerika Serikat menguat yang membuat mata uang negara berkembang melemah," kata Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam riset hariannya, Jakarta, Selasa (19/11/2024)
Indeks Bloomberg untuk bond pasar berkembang terus mengalami penurunan hingga 3,5% sejak awal Oktober, yang telah mengurangi nilai keuntungan hingga dibawah 2%. Penurunan indeks tersebut dinilai semakin cepat usai Trump menang Pemilu Amerika kemarin, yang membuat prospek inflasi naik dan potensi pemangkasan tingkat suku bunga The Fed menjadi berkurang.
Beberapa portfolio manager mengatakan mereka kehilangan kepercayaan kepada obligasi emerging market. Ini karena adanya potensi perang dagang yang akan melemahkan mata uang negara emerging market.
“Belum lagi kalau kami lihat, kenaikan imbal hasil US Treasury turut mendorong kenaikkan imbal hasil obligasi negara berkembang. Ini tidak terkecuali Indonesia, yang mengalami kenaikan bahkan imbal hasil obligasi SUN 10 tahun mampu menyentuh 7%. Prospek pemangkasan tingkat suku bunga The Fed memang telah berkurang, namun bukan berarti pemangkasan tidak terjadi,” urainya.
Baca Juga
Perang Ukraina Picu Ketidakpastian Baru, Harga Emas Melonjak
Presiden China dan ASBertemu
Sementara itu, Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah bertemu di sela sela pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). APEC merupakan forum internasional yang terdiri atas 21 anggota dari negara-negara kawasan Asia-Pasifik.
Xi Jinping mengirimkan pesan yang sangat jelas, di mana Cina ingin berteman dengan Amerika, namun tetap siap berperang apabila Amerika menginginkannya. Xi mengatakan Amerika dan Cina tidak boleh terlibat dalam perang dingin jenis baru, serta harus bersolidaritas dan bekerja sama untuk membantu umat manusia mengatasi kesulitan. Ia menegaskan, mengganggu rantai pasokan bukanlah solusi yang baik.
"Cina siap bekerja sama dengan pemerintahan baru Amerika untuk menjaga komunikasi, memperluas kerja sama, mengelola setiap perbedaan yang ada. Dengan demikian, dapat membantu setiap transisi demi menjaga keuntungan kedua bangsa," katanya.
Kemudian, Biden menyatakan bahwa pertemuan Amerika dan Cina mencegah kesalahpahaman, dan memastikan persaingan di antara keduanya tidak akan berubah menjadi konflik.
Baca Juga
Eskalasi Perang Rusia-Ukraina, Harga Minyak Melonjak di Atas 3%
Tunda Anggaran Baru Infrastruktur
Sementara itu, dari dalam negeri, Presiden RI Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Keuangan untuk menunda sementara anggaran pembangunan infrastruktur baru. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan alokasi dana negara dengan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinannya.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, keputusan tersebut mengharuskan evaluasi ulang terhadap sejumlah anggaran yang sebelumnya telah disetujui dalam APBN 2025. “Kami menilai evaluasi ulang anggaran kemeterian ini perlu dicermati, sebab bisa jadi sangat berbanding terbalik dengan APBN 2025 yang telah disahkan pada pemerintahan sebelumnya, sehingga tentu akan berpengaruh pada sektor-sektor terkait yang sebelumnya, yang mendapatkan angin positive dari APBN 2025,” ujarnya.
Berikut ini adalah rekomendasi teknikal dari Pilarmas Investindo Sekuritas untuk perdagangan hari ini:
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
Support: Rp 182
Resistance: Rp 195
Target harga: Rp 193
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Support: Rp 250
Resistance: Rp 276
Target harga: Rp 272
PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM)
Support: Rp 342
Resistance: Rp 376
Target harga: Rp 368

