IHSG kembali Anjlok 26,98 Poin, Sebaliknya Saham Pendatang Baru Ini Bertahan ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (18/11/2024), ditutup terkoreksi dengna penurunan sebanyak 26,98 poin (0,38%) menjadi 7.134,28. Pergerakan indeks dalam rentang 7.118-7.174 dengan nilai transaksi Rp 9,67 triliun.
Koreksi indeks dipengaruhi atas penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi turun 1,05%, sektor teknologi 1,46%, sektor property 1,38%, sektor keuangan 0,74%, dan sektor kesehatan 0,50%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor consumer primer dan material dasar.
Baca Juga
CFX Perkuat Kolaborasi Dengan 30 Anggota Bursa, Ini Dia Daftarnya
Meski indeks ditutup di zona merah, beberapa saham masih berhasil torehkan lomptan harga mengesankan. Di antaranya, saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) kembali melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 24,75% menjadi Rp 3.330.
Kenaikan juga melanda saham PT Saranacentral Bajartama Tbk (BAJA) naik 21,05% menjadi Rp 115, PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) menguat 19,44% menjadi Rp 129, dan PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) naik 17,76% menjadi Rp 126.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Pudijadi & Sons Tbk (PNSE), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO), PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN), PT Multitrend Indo Tbk (BABY), PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KDSI), dan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI).
Baca Juga
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup anjlok sebanyak 53,3 poin (0,74%) menjadi 7.161,26. pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 515,92 miliar, yaitu PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 218,98 miliar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 166,21 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 113,37 miliar.
Koreksi IHSG hingga berada di bawah 7.200 dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor material dasar 1,92%, sektor energi 1,28%, sektor consumer primer 1,38%, sektor keuangan 0,63%, dan sektor property 0,63%. Sebaliknya satu-satunya sektor saham yang naik adalah sektor industry 0,49%.
Grafik IHSG

