Efek Trump Jadi Faktor Utama Penekan IHSG Sebulan Terakhir
JAKARTA, investortrust.id – Selam tiga hari terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di zona merah. Bahkan, sesi I, Jumat (15/11/2024), terkoreksi sebabyak 77,77 poin (1,08%) menjadi 7.136,78.
Bahkan, menurut data koreksi indeks telah mencapai lebih dari 6% dalam sebulan terakhir. Pemodal asing juga mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 13,72 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBRI Rp 5,6 triliun, BBCA Rp 2,3 triliun, dan BMRI Rp 2,2 triliun.
Baca Juga
IHSG Terpangkas 6% dalam Sebulan, Faktor Ini Ditengarai Jadi Pemicu
Deputy Presiden Director Samuel Sekuritas Suria Dharma menilai bahwa faktor utama yang menyebabkan pelemahan IHSG tersebut adalah efek kemenangan Donald Trump menjadi presiden Amerika Serikat. Sebab, pemerintahan Trump dinilai akan memperlambat laju penurunan suku bunga The Fed, seiring dengan peluang peningkatan inflasi selama masa pemerintahannya.
Sejak Trump resmi memenangkan pilpres AS, dolar telah melesat ke level tertinggi serta imbal hasil obligasi AS juga bergerak naik. “Ini menaikkan USD index yang saat ini telah 106,7 dan memperlemah mata uang lain, termasuk Rupiah. Pasar saham kita sangat sensitif terhadap pelemahan rupiah,” ujarnya saat dihubungi investortrust.id, Jumat (15/11/2024).
Dampak kemenangan Trump, terang dia, mendorong investor menarik dana dari pasar Asia, seperti Indonesia, kemudia masuk ke pasar AS. Hal ini juga dibuktikan dengan indeks Dow Jones berhasil catatkan kenaikan tertinggi pada Selasa (12/11/2024) atau naik 1.508 poin (3,6%) di angka 43.729,93. “US Treasury 10 year juga tetap berada di level tinggi di atas 4,4% walaupun the Fed sudah kembali menurunkan suku bunga,” terangnya.
Baca Juga
Mirae Asset Sebut Kemenangan Trump Picu Fluktuasi Pasar Keuangan
Selain factor tersebut, dia mengatakan, pasar saham Indonesia sepanjang Oktober hingga November secara historis menunjukkan tren pelemahan dan diprediksi mulai bangkit memasuki bulan Desember.
Ia juga berharap, the Fed dapat kembali memangkas suku bunga acuan bulan depan agar dapat menjadi katalis positif untuk pasar saham, baik global dan Indonesia. “Kita harapkan Fed akan tetap cut rate di Desember,” pungkasnya.
Grafik IHSG Sebulan

