Waspada! IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi bisa ke Bawa 7.000
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/11/2024), berpotensi lanjutkan pelemahan setelah ditutup turun hingga menembus level support kemarin.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan hari ini menyebutkan bahwa penurunan dalam indeks kemarin semakin memperkuat arah trend bearish atas indeks. Bahkan, terbuka peluang melanjutkan koreksi hingga ke bawah 7.000. Sedangkan level resisten sematara 7.370.
Baca Juga
Suspensi Dicabut, Pantau Gerak Saham KONI dan JIHD Usai Lompatan Harga Ratusan Persen
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa saham Wall Street, yaitu Dow Jones melemah 0,47%. Begitu juga dengan indeks S&P500 turun 0,60% dan indeks teknologi Nasdaq anjlok 0,64%.
Meski indeks berpotensi lanjutkan koreksi, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham CMRY dengan target harga Rp 5.725-5.950 dan saham MAPA dengan target harga Rp 1.080-1.175. Sebaliknya saham GJTL dan ICBP direkomendasikan jual.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 94,11 poin (1,29%) menjadi 7.214,56 dengan penjualan bersih (net sell) saham berlanjut hingga Rp 795,34 miliar. Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 28,29 miliar, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 127,37 miliar, dan PT FAP Agri Tbk (FAPA) Rp 119,98 miliar.
Baca Juga
Koreksi indeks kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi 1,77%, material dasar 1,66%, sektor consumer primer 1,11%, sektor properti 1,78%, sektor kesehatan 1%, dan sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya saham sektor teknologi satu-satunya yang cetak kenaikan 1,27%.
Meski IHSG anjlok parah, lima saham ini justru berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK) menguat 34,72% menjadi Rp 194 dan PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) menguat 34,52% menjadi Rp 226.
PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melesat 24,78% menjadi Rp 2.140, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) menguat 24,60% menjadi Rp 466, dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) melesat 24,43% menjadi Rp 1.095.
Grafik IHSG

