Saham Telkom (TLKM) bisa Menuju Level Ini Terdorong Unlock Value Data Center
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dinilai tetap menarik dengan rekomendasi layak dipertahankan beli. Rekomendasi ini merefleksikan peluang perbaikan pendapatan rata-rata per pegungguna (ARPU) bersamaan dengan unlock value bisnis data center.
NH Korindo Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga Rp 3.150. Target harga tersebut mereflekikan perkiraan EV/EBITDA tahun 2025 sekitar 5 kali.
Baca Juga
Transformasi Berlanjut, Pendapatan Telkom (TLKM) Tumbuh Positif Menjadi Rp 112,2 Triliun
“Kami mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan katalis utama ekspektasi perbaikan ARPU dan tindakan unlock value dari bisnis data center sebagai mesin pertumbuhan masa depan,” tulis analis NH Korindo Leonardo Lijuwardi dalam riset terbarunya.
Rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga target harga Rp 3.150 tersebut juga mencerminkan berlanjutnya efisiensi yang mengarah pada perbaikan profitabilitas ke depan. Adapun pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/11/2024), saham TLKM bergerak stagnan level Rp 2.570.
Estimasi Kinerja Keuangan TLKM
Terkait penurunan laba bersih hingga kuartal III-2024, dia mengatakan, terseret oleh kenaikan biaya operasional sebanyak 6,5% menjadi Rp 55,6 triliun. Kenaikan tersebut dipicu atas peningkatan biaya operasional dan pemeliharaan (O&M) bersamaan dengan peningkatan biaya pegawai akibatadanya program pension dini.
Namun, terang dia, jika mengecualikan program pension dini dan kerugian atas investasi di GOTO, laba bersih operasional perseroan mencapai Rp 18,6 triliun atau hanya turun 5,1%, dibandingkan hingga kuartal III-2023 senilai Rp 19,6 triliun.
Baca Juga
Pakai AI, Telkom (TLKM) Klaim Berhasil Tekan Penggunaan Anggaran Hingga 25%
Hingga September 2024, Telkom (TLKM) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 112,2 triliun atau tumbuh 0,9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi bisnis Data, Internet & IT Services dengan kenaikan sebanyak 7,2% YoY menjadi Rp 67,9 triliun. EBITDA (Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi) perseroan mencapai Rp 56,6 triliun dengan margin EBITDA sebesar 50,5%.
Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 17,7 triliun dengan margin laba bersih 15,8%. Sedangkan untuk laba bersih operasional tercatat sebesar Rp 18,6 triliun dengan margin laba bersih operasional 16,6%.
Grafik Saham TLKM

