Pakai AI, Telkom (TLKM) Klaim Berhasil Tekan Penggunaan Anggaran Hingga 25%
JAKARTA, investortrust.id - PT Telkom Indonesia Tbk (Persero) menyatakan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberikan dampak positif bagi perusahaan, termasuk efisiensi biaya operasional.
Direktur Group Business Telkom Honesti Basyir mengatakan penggunaan AI berhasil menghemat penggunaan anggaran perusahaan hingga 25%. Hal tersebut tidak terlepas dari berkurangnya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan di perusahaan pelat merah itu.
Tidak tanggung-tanggung, Honesti menyebut waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu berkurang hingga 87% berkat penggunaan AI. Tidak hanya itu, tingkat akurasi pekerjaan yang dibantu oleh teknologi tersebut juga meningkat 4% dari pekerjaan yang sepenuhnya dikerjakan oleh manusia atau pekerja.
Honesti menyebut contoh penggunaan AI oleh Telkom adalah untuk mendukung hubungan dengan pelanggan (customer relationship). Salah satunya adalah AI Chat dan Bot Suara untuk otomatisasi interaksi dengan pelanggan lewat pusat kontak terpadu asisten AI lewat layanan omnichannel.
Baca Juga
Transformasi Berlanjut, Pendapatan Telkom (TLKM) Tumbuh Positif Menjadi Rp 112,2 Triliun
Sebagai catatan, AI Chat dan Bot Suara yang digunakan oleh Telkom tidak sekadar menampung saran atau keluhan dari pelanggan. Teknologi tersebut juga pengetahuan manajerial, analisis sentimen, dan rekomendasi saran.
"Penggunaan AI untuk media informasi ini misalnya ada efisiensi anggaran hingga 75% lebih dan efisiensi pekerjaan 70%," katanya dalam konferensi pers yang digelar di Telkom Hub, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2024).
Lebih lanjut, Honesti menyebut Telkom juga dibantu oleh AI untuk melakukan rekrutmen dan memproses pembayaran gaji. Dia mengeklaim teknologi tersebut berhasil mengurangi waktu memproses tagihan hingga empat kali lipat.
Tidak hanya itu, seiring dengan masifnya adopsi AI, Telkom mendesain ulang pusat data yang dimilikinya di Batam, Kepulauan Riau agar kompatibel. Salah satunya adalah penambahan kapasitas listrik dari rencana 12 – 16 megawatt menjadi 21 - 30 megawatt per gedung.
Honesti menyebut Telkom juga akan membangun tiga gedung pusat data, sehingga kapasitas maksimal bisa mencapai 60 megawatt. Fasilitas tersebut ditargetkan akan rampung pada kuartal III 2025.

