Gencar Ekspansi, Golden Flower (POLU) Optimistis Cetak Laba Tahun 2025
JAKARTA, investortrust.id - Emiten industri garmen PT Golden Flower Tbk (POLU) optimistis meraih kinerja positif pada tahun 2025.
“Kami lumayan optimis bahwa pendapatan meningkat, tahun lalu kami rugi Rp 7 miliar karena menjadi tantangan di sektor pabrik garmen, namun tahun ini kami mengalami perbaikan jadi (rugi) Rp 200 juta, dan mengarah ke positif,” ujar CEO PT Oracle Medika Indonesia, Diana Jo dalam konferensi pers PT Golden Flower Tbk (POLU), Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Pertumbuhan kinerja tadi didorong oleh sejumlah strategi, salah satunya mendirikan anak usaha baru yang bergerak di bidang layanan kesehatan.
Asal tahu, PT Golden Flower Tbk (POLU) melakukan pendirian anak usaha di bidang layanan kesehatan yang meliputi klinik estetika, slimming, dan wellness yaitu PT Oracle Medika Indonesia.
Baca Juga
“Jadi kami percaya dengan adanya peningkatan ekonomi dengan strategi dapat mengarah ke profit,” terangnya.
Ke depannya, Perseroan berencana untuk membuka 100 cabang klinik di berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Batam, Pekanbaru, yang akan menyediakan berbagai layanan estetika dan perawatan kesehatan. Adapun, klinik tersebut rencananya akan dibuka pada kuartal ke II hingga kuartal ke III 2024.
Melalui ekspansi ke sektor healthcare, Perseroan tidak hanya memperkuat bisnis perusahaan, tetapi juga berperan aktif dalam peningkatan kualitas kesehatan nasional.
Menurut Perseroan, ekspansi ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat kolaborasi antara sektor kesehatan dan pariwisata, sehingga dapat mengurangi ketergantungan masyarakat pada layanan medis luar negeri dan menambah nilai ekonomi melalui medical tourism di dalam negeri.
Baca Juga
Bahlil Rencanakan Stop Impor Solar jika Program B50 Berjalan
Sebagai informasi, PT Golden Flower Tbk (POLU) telah membukukan pertumbuhan pendapatan 87,65% pada kuartal III-2024 menjadi Rp 103,45 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 55,13 miliar.
Kendati demikian, jumlah laba komprehensif tahun berjalan mengalami rugi sebesar Rp 264,77 juta. Rugi ini menyusut dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7,13 miliar.
Grafik Pergerakan Harga Saham POLU secara Ytd:

