Meski Laba Atribusi hingga Kuartal III Turun Jadi Rp 412 Miliar, Dharma Polimetal (DRMA) Ungkap Pemulihan
JAKARTA, investortrust.id - Emiten komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA), membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 412 miliar hingga kuartal III-2024. Terjadi penurunan sebanyak 20,6% dari realisasi periode sama tahun 2023 senilai Rp 519 miliar.
Meski laba bersih yang dapat diatribusikan SUNI pada Januari-September turun, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan sebanyak 68,8% secara kuartalan (qoq) di kuartal III-2024. Sementara itu pertumbuhan penjualan sebanyak 20,30% menjadi Rp 4,0 triliun pada kuartal III-2024, dibandingkan kuartal II-2024. Namun dibandingkan tahun sebelumnya masih terdapat penurunan 5,3%, karena pelemahan di industri otomotif nasional.
Baca Juga
Pelemahan industri tersebut bisa dilihat dari penjualan wholesales mobil nasional sepanjang Januari-September 2024 yang mengalami tren negative dengan penurunan sebesar 16,2% secara tahunan menjadi 633.218 unit. Sementara penjualan ritel mobil nasional juga anjlok 11,9% secara tahunan menjadi 657.223 unit.
"Patut disyukuri bahwa sekalipun industri otomotif masih dalam situasi yang sulit, tetapi pada kuartal tiga ini, kinerja Perseroan telah menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan kuartal kedua,” kata Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso melalui keterangan resmi dikutip Senin (28/10/2024).
Dia berharap dengan semangat pemerintahan baru akan memberi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi industri otomotif. Selain itu, dengan kontribusi terhadap pendapatan yang mencapai 60%, segmen 2W konsisten menjadi penggerak utama pertumbuhan penjualan DRMA.
Baca Juga
Prabowo Gunakan Uang Pribadi untuk Biayai Retreat Kabinet Merah Putih di Akmil
Meningkatnya permintaan dan kenaikan pangsa pasar 2W, di mana beberapa model memiliki permintaan tinggi. Sedangkan untuk segmen 4W, setelah mengalami pelemahan berturut-turut di industri nasional, DRMA berhasil membukukan peningkatan penjualan yang signifikan pada kuartal ketiga ini.
DRMA juga mencatatkan total penjualan segmen 4W sebesar Rp 1,1 triliun atau meningkat 20,6% di kuartal ketiga secara kuartalan.
Grafik Saham DRMA

