IHSG Berpotensi Rebound, Dua Saham Ini Layak Diandalkan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/11/2024), diproyeksikan rebound dalam jangka pendek setelah penurunan teratan di area 7.228.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta hari ini menyebutkan bahwa ada peluang rebound maupun konsolidasi IHSG dalam jangka pendek dengan resiste sementara 7.450. Meski demikian pemodal disarankan untuk tetap mewaspadai penurunan lebih lanjut, jika indeks bergerak di bawah level 7.228.
Baca Juga
Digembok Dua Pekan, Saham SOSS Diperdagangkan Kembali Hari Ini
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi berlanjutnya lompatan bursa saham Wall Street ke level tertinggi baru, seperti Dow jOnes melesat 0,69%%. Penguatan juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,097% dan Nasdaq melesat 0,062%,
Kemarin, IHSG kembali jatuh sebanyak 20,73 poin (0,28%) menjadi 7.266,46. Penurunan dipicu atas koreksi sebanyak 397 saham. Sisanya sebangak 196 saham dan 190 saham masing-masing ditutup stagnan dan menguat.
Baca Juga
Harga Bitcoin Sentuh Rekor Tertinggi Baru US$ 89.517, Bisa ke US$ 100.000 Saat Pelantikan Trump?
Koreksi tersebut sejalan dengan berlanjutnya aksi jual (net sell) saham oleh pemodal asing mencapai Rp 1,52 triliun. Di antaranya, net sell BBRI Rp 732,32 miliar, BBCA senilai Rp 407,10 miliar, dan ADRO mencapai Rp 116,59 miliar. Sebaliknya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat sebagai saham yang dikoleksi asing mencapai Rp 122,23 miliar.
Di tengah peluang rebound indeks hari ini, pemodal dapat mencermati saham JPFA dan SRTG direkomendasikan beli dengan target harga masing-masing Rp 1.830-2.000 dan Rp 2.490-2.800. Sebaliknya saham ERAA dan EXCL direkomendasikan jual.
Grafik IHSG

