IHSG Tergerus 0,28%, tapi Saham CUAN, PTRO dan BREN Malah Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 20,73 poin (0,28%) ke level 7.266,46 pada perdagangan hari ini, Senin (11/11/2024).
Penurunan IHSG didorong oleh pelemahan mayoritas indeks sektoral yang dipimpin oleh indeks property & real estate sebesar 1,83%, lalu sektor healthcare melemah 1,32% lalu sektor transportation dan logistic turun 1,04%. Sektor industrials turun 1,63% serta sektor consumer cyclical anjlok 0,98%.
Sementara tiga sektor yang mengalami penguatan terdiri dari sektor basic material menguat 0,06%, sektor energy 0,42% dan sektor technologi melesat 2,85%.
Di Tengah penurunan IHSG, terdapat sejumlah saham mengalami lompatan harga dipimpin oleh saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang melesat 20% menjadi Rp 18.000 per saham, kemudian saham PT Petrosea naik sebesar 5,07% ke level 19.175, saham afiliasi Prajogo Pangestu lainnya yaitu PT Barito Renewables Tbk (BREN) menguat 7,25%, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi tbk (CUAN) naik 3,21%.
Baca Juga
OJK Harap Hadirnya BFN dan IFSE 2024 Bisa Dongkrak Literasi Masyarakat Mengenai Fintech
Sementara 4 saham lainnya berhasil membentur auto rejection atas (ARA), yaitu saham PT Mulia Bioga Raya (KEJU) menguat 25%, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) melesat 34,19%, PT Pudji & Sons Tbk (PNSE) naik 24,4% dan saham yang baru listing hari ini yaitu PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melesat menembus ARA sebesar 25%.
Adapun saham-saham yang mencatat penurunan dipimpin oleh saham PT Dian Swsatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok 9,05%, PT United Tractors Tbk turun 4,92%, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk turun 6,40%, saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) anjlok sebesar 9,82% dan saham PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSPT) turun sebesar 10%.
Sementara itu Bursa Asia bergerak mixed setelah stimulus terbaru Tiongkok tidak memenuhi harapan para investor. Tim Riset PT Pilarmas Sekuritas mencermati, hal ini terjadi setelah National People Congress meluncurkan paket utang sebesar 10 triliun yuan (US$ 1,39 triliun) untuk meredakan ketegangan pembiayaan pemerintah daerah dan menstabilkan pertumbuhan ekonomi yang melambat.
‘’Akan tetapi, langkah-langkah stimulus tersebut tidak memberikan suntikan uang langsung ke dalam perekonomian sebagaimana yang diharapkan oleh beberapa para investor, terutama di tengah ancaman tarif besar-besaran yang akan diberlakukan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump,’’ tulis analis Pilarmas Sekuritas.
Baca Juga
Terpilihnya Donald Trump Jadi Presiden AS, OJK: Angin Segar Bagi Industri Kripto
Pada pekan ini, pasar menantikan rilisnya data industrial production Tiongkok yang diperkirakan tetap pada level 5,4% YoY dan retail sales yang diperkirakan mengalami kenaikan dari sebelumnya 3,2% YoY menjadi 3,8 YoY.
Di Jepang, risalah rapat kebijakan Bank Sentral Jepang pada bulan Oktober menunjukkan bahwa para pejabat berbeda pendapat tentang seberapa cepat mereka dapat menaikkan suku bunga lagi, meskipun reaksi pasar tidak terlalu kuat.
Sementara di AS, para pelaku pasar menantikan rilisnya data inflasi pada hari Rabu pekan ini yang kami proyeksikan mengalami kenaikan dari sebelumnya 2,4% YoY menjadi 2,6% YoY. “Oleh karenanya, pasar saat ini hanya menaruh sekitar 65% peluang untuk penurunan seperempat poin pada 18 Desember, menurut CME FedWatch Tool,” katanya.
Grafik Pergerakan IHSG:

