Petrosea (PTRO) Rancang Stock Split 1:10, Target Akhir Tahun
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) berencana memecah nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:10. Nilai nominal saham perseroan akan dipecah dari Rp 50 menjadi Rp 5 per saham. Aksi ini ditargetkan tuntas akhir tahun 2024.
Manajemen Petrosea (PTRO) melalui pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/11/2024), menyebutkan bahwa stock split tersebut akan membuat total saham PTRO bertambah dari 1,008 miliar menjadi 10,086 miliar saham. Aksi ini akan direalisasikan setelah mendapatkan persetujuan RUPLSB pada 16 Desember 2024.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Teken Term Sheet Jasa Penambangan Batu Bara Rp 4,03 Triliun
Manajemen PTRO menilai bahwa stock split tersebut bisa membuat harga saham perseroan lebih terjangkau bagi investor pasar modal, khususnya investor ritel. Dengan demikian likuiditas dan frekuensi perdagangan saham PTRO bisa meningkat.
Stock split yang berimbas terhadap harga saham PTRO elbih terjangkau diharapkan meningkatkan permintaan atas saham perseroan, menarik minat para calon investor baru, dan memperluas basis investor. “Pemecahan nominal saham ini tidak berdampak negatif terhadap posisi keuangan perseroan,” tulis pengumuman resmi tersebut.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini telah melesat lebih dari 205,8% sepanjang year to date (ytd). Saham PTRO telah melesat dari Rp 5.250 akhir tahun 2023 menjadi Rp 16.975 pada penutupan perdagangan kemarin.
Sebelumnya, PTRO telah menandatangani term sheet perjanjian jasa pertambangan batu bara dengan PT Niaga Jasa Dunia (NJD) dan PT Bara Prima Mandiri (BPM) dengan nilai Rp 4,03 triliun.
Baca Juga
Petrosea (PTRO) Milik Prajogo Pangestu Bangun Anak Usaha Baru, Ini Tujuannya
Sekretaris Perusahaan PTRO Anto Broto mengatakan, penandatangan term sheet perjanjian jasa pertambangan ini telah dilakukan pada 5 November 2024.“Ruang lingkup pekerjaan yang diberikan kepada perseroan adalah pengupasan lapisan penutup dan penggalian batu bara,” tulisnya.
Dia menambahkan bahwa durasi perjanjian jasa pertambangan sesuai dengan term sheet kurun waktu 5 November 2024 hingga 31 Desember 2032. Adapun estimasi produksi lapisan penutupan sebanyak 135,46 juta BCM dan produksi batu bara sebanyak 7,53 juta ton.
Grafik Saham PTRO

