Erajaya Swasembada (ERAA) Kemas Laba Atribusi Rp 791,16 Miliar, Melesat 61% di Kuartal III-2024
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan ritel peralatan elektronik dan smartphone, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 791,16 miliar per 30 September 2024 atau akhir kuartal III-2024.
Perolehan laba atribusi tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 61,33% secara year on year (yoy) dari periode yang sama tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp 494,84 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Perseroan, Selasa (29/10/2024), dipaparkan bahwa pertumbuhan laba atribusi berdampak pada kenaikan laba per saham dasar Perseroan menjadi Rp 50,13 per unit di kuartal III-2024 dari Rp 31,35 per unit pada periode yang sama tahun 2023.
Sementara itu angka penjualan bersih yang dicatatkan mencapai Rp 48,61 triliun, tumbuh sebesar 13,49% YoY dari Rp 42,82 triliun di periode kuartal III-2023. Kenaikan penjualan membuat beban pokok penjualan naik menjadi Rp 43,17 triliun di kuartal III-2024, dari sebelumnya Rp 38,33 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga
Tumbuh 14,7%, Pakuwon Jati (PWON) Cetak Laba Bersih 1,96 Triliun di Kuartal III-2024
Sedangkan laba kotor Perseroan tercatat mencapai Rp 5,43 triliun di kuartal III-2024 dibanding periode sebelumnya yang tercatat Rp 4,83 triliun.
Setelah memperhitungkan beban penjualan dan distribusi beban umum dan lainnya serta pendapatan lainnya, Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 1,63 triliun di kuartal III-2024 dibanding Rp 1,19 triliun pada periode yang sama tahun 2023.
Dari sisi neraca dilaporkan total aset tercatat mencapai Rp 23,55 trilliun per 30 September 2024, naik dari periode 31 Desember 2023 yang tercatat Rp 20,45 triliun.
Baca Juga
Target Kinerja dan Saham Japfa (JPFA) Direvisi Naik, Potensi Cuan makin Pesat
Seiring kenaikan aset, jumlah liabilitas tercatat naik menjadi Rp 14,77 triliun per 30 September 2024 dari Rp 12,32 triliun pada periode 9 bulan sebelumnya. Sedangkan jumlah ekuitas mengalami lompatan menjadi Rp 8,78 triliun dari Rp 8,13 triliun.
Grafik Harga Saham ERAA secara Ytd:

