Target Harga Saham Bank Jago (ARTO) Direvisi Naik, Simak Penopang Ini
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) direvisi naik seiring dengan berlanjutnya lompatan kredit. Revisi naik juga menggambarkan keberhasilan pertahankan pertumbuhan laba pesat, meskipun margin keuntungan mengalami penurunan.
Bank Jago (ARTO) membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebesar Rp 86 miliar per September 2024 atau kuartal III 2024. Angka itu meningkat 71% dari perolehan per September 2023 sebesar Rp 50 miliar.
Baca Juga
Laba Bank Jago (ARTO) Melesat 71% Jadi Rp 86 Miliar di Kuartal III 2024
Perseroan berhasil membukukan lompatan penyaluran kredit menjadi sebesar Rp 17,3 triliun per akhir kuartal III-2024 atau tumbuh 59% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 10,9 triliun.
“Kami memilih merevisi naik target harga saham ARTO dari Rp 3.800 menjadi Rp 3.900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi naik tersebut merefleksikan lompatan kredit perseroan hingga September 2024,” tulis analis BRI Danareksa Sekurtias Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait lompatan laba bersih perseroan hingga kuartal III-2024, menurut dia, terdorong penurunan biaya provisi, sehingga penurunan PPOP bisa teratasi yang akhir berdampak terhadap lompatan laba bersih. Pertumbuhan laba juga didukung kuatnya peningkatan penyaluran kredit perseroan.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa strategi penguatan pangsa pasar penyaluran kredit perseroan berhasil mendongkrak kredit sudah mulai membuahkan hasil. Perseroan sebelumnya telah meluncurkan inisiatif penyaluran kredit langsung dengan target mendongkrak penyaluran kredit perseroan ke depan. ARTO juga terus memberkuat penyaluran kredit melalui ekosistem GOTO.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengungkapkan, inovasi dan kolaborasi yang semakin kuat dengan ekosistem digital memacu kinerja Bank Jago secara berkelanjutan, baik dari sisi jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK), maupun penyaluran kredit.
“Kami percaya upaya berkolaborasi dengan ekosistem digital, menggabungkan berbagai inovasi digital, serta menerapkan strategi bisnis dan fundamental yang berkelanjutan, merupakan model bisnis yang tepat untuk menumbuhkan bisnis Bank Jago,” ungkapnya.
Grafik Saham ARTO

