3 Sinyal Harga Ethereum Bersiap Rebound ke US$ 6.000
JAKARTA, investortrust.id - Ethereum (ETH) menunjukkan tanda-tanda rebound potensial menuju harga US$ 6.000 meski mengalami penurunan sepanjang bulan Oktober 2024.
Melansir Cointelegraph, Senin (28/10/2024), setelah menurun 5,40% hingga US$ 2.475 pada 27 Oktober 2024, ada beberapa faktor mendukung potensi pemulihan Ethereum.
Pertama, Ethereum tetap bertahan di level support US$ 2.400, yang sebelumnya mendahului lonjakan harga 160%. Jika support ini bertahan, Ethereum berpotensi naik ke batas atas harga, sekitar US$ 6.000.
Kedua, data menunjukkan arus keluar besar-besaran Ethereum dari Coinbase sebesar US$ 1,3 miliar, yang dianggap sebagai tanda minat institusional. Analis CryptoQuant Burak Kesmeci menilai bahwa ketika pemain besar memindahkan aset dari bursa, ini bisa mengindikasikan minat jangka panjang dan mendukung potensi bullish.
“Ini merupakan arus keluar kedua dalam tiga bulan terakhir, yang menunjukkan kemungkinan meningkatnya minat institusional,” katanya.
Baca Juga
Ketiga, Ethereum menunjukkan potensi penguatan terhadap Bitcoin dan Solana. Potensi kenaikan Ethereum ke level US$ 6.000 mungkin akan mendapat dorongan lebih lanjut dari rotasi pesaing utamanya, yakni Bitcoin dan Solana.
Dari sudut pandang teknis, Ethereum kini diperdagangkan di sekitar garis tren naik sepanjang masa terhadap Bitcoin, yang ditambah dengan relative strength index (RSI) yang jenuh untuk dijual, memungkinkan kenaikan harga yang tajam dalam beberapa bulan mendatang.
Menilik data Coinmarketcap, Senin (28/10/2024) pukul 09.31 WIB harga ETH terpantau naik 0,72% dalam 24 jam terakhir menuju posisi US$ 2.490. Sedangkan dalam sepekan terakhir anjlok 9,26% dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 299,86 miliar. Sementara kapitalisasi pasar kripto global adalah US$ 2,3 triliun, peningkatan 0,91% selama hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 47,59 miliar, yang berarti penurunan 4,93%.Analis Crypto Avails menyoroti bahwa pemulihan ETH/BTC sebelumnya dari dukungan garis tren tersebut bertepatan dengan dimulainya ‘musim altcoin’, fase ketika aset kripto alternatif mengungguli Bitcoin.
Baca Juga
Analis ETF Picu Kemarahan dengan Misinformasi tentang Ethereum
Sementara Solana yang telah meningkat 900% terhadap Ethereum sejak Juni 2023 berada dalam kondisi jenuh beli, yang dapat mengarah pada rotasi modal kembali ke Ethereum.
Gabungan faktor ini memperkuat prospek bullish bagi Ethereum, dengan target harga US$ 6.000 menjelang akhir 2024 atau awal tahun 2025.

