Analis ETF Picu Kemarahan dengan Misinformasi tentang Ethereum
JAKARTA, investortrust.id - Analis senior dana yang diperdagangkan di bursa atau exchange traded fund (ETF) Bloomberg Eric Balchunas membuat komunitas Ethereum gusar. Pasalnya banyak yang menganggap Balchunas memposting informasi yang salah di platform X yang kini telah dia hapus.
Melansir Cointelegraph, Selasa (8/10/2024), pada 7 Oktober lalu, Balchunas membagikan kutipan dari buku Benjamin Hart berjudul ‘Bitcoin: Beginner’s Guide’, dan menambahkan pernyataan bahwa Ethereum tidak se-aman Bitcoin, sebagai tanggapan atas permintaan rekomendasi buku kripto dari Presiden ETF Store Nate Geraci.
Kutipan buku tersebut mengklaim bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) dapat menutup Ethereum dengan memberi tahu Amazon Web services (AWS) untuk mematikan layanan cloud-nya. Menurut Ethernodes, 28,4% node Ethereum menggunakan AWS sebagai penyedia hosting, tetapi ini tidak cukup untuk membuat jaringan offline sepenuhnya.
Baca Juga
BlackRock Beri Peringkat Bitcoin “Aman” dan Ethereum “Spekulatif”
Klaim lain dalam buku tersebut yaitu bahwa organisasi teroris dapat menculik salah satu pendiri Ethereum Vitalik Buterin dan memaksanya untuk menyerahkan semua Ethereum yang mereka inginkan.
Sementara, pendidik Ethereum Anthony Sassano menanggapi unggahan Balchunas yang dihapus, mengatakan jika misinformasi yang sangat terang-terangan dan propaganda yang sangat lengkap. “Anda seharusnya benar-benar malu pada diri sendiri karena membagikan ini,” katanya.
Baca Juga
Whale Kripto Borong Polygon, Ethereum, dan Pepe di Awal September Ini
Manajer produk Consensys Jimmy Ragosa menyatakan bahwa kutipan yang dibagikan Balchunas tersebut adalah paragraf yang paling sarat propaganda yang pernah ada.

