Market Cap Barito Renewables (BREN) Akhirnya Tembus lagi ke Atas Rp 1.000 Triliun, Ternyata Terdorong Berita Ini
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan Investasi Multinasional asal Amerika Serikat (AS), Blackrock memutuskan meningkatkan bobot saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) pada dua produk ETF miliknya, yaitu iShares Global Clean Energy ETF (ICLN) dan iShares Global Clean Energy UCITS ETF (INRG).
Blackrock menaikkan bobot saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu (BREN) ini dari 0,64% menjadi 1,36% pada produk ETF Blackrock, iShares Global Clean Energy ETF (ICLN) dan iShares Global Clean Energy UCITS ETF (INRG). Investment Analyst Stockbit Theodorus Melvin mengatakan, peningkatan bobot tersebut berkontribusi terhadap net buy sebanyak 70,9 juta saham.
Baca Juga
"Dengan asumsi harga pembelian menggunakan harga penutupan pada Jumat (18/10/2024) di level Rp 7.175 per saham, total nilai transaksi sebesar Rp 509 miliar," tulis Theodorus dalam risetnya dikutip Selasa (22/10/2024).
Pasca transaksi tersebut, harga saham BREN Selasa, (22/10/2024),ditutup melesat sebanyak 8,54% menjadi Rp 7.625. Kenaikan harga tersebut membuat kapitalisasi pasar saham BREN Kembali ke atas level Rp 1.000 triliun.
Baca Juga
Sebaliknya Balckrock justru menurunkan bobot saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) dari 0,16% menjadi 0% dengan total net sell setara 103,5 juta saham. Dengan asumsi harga penjualan menggunakan harga penutupan pada Jumat (18/10/2024) di level Rp 1.145 per saham, maka total nilai transaksi mencapai Rp 118 miliar.
Selain factor peningkatan bobot BREN pada dua produk ETF milik Blackrock, Theodorus megatakan, MSCI akan melakukan rebalancing pada November 2024 dan indeks FTSE pada Desember 2024. Dua factor tersebut berpotensi membuat saham BREN volatile, seiring ekspektasi sebagian pelaku pasar bahwa saham BREN akan masuk kedua indeks tersebut.
Grafik Saham BREN

